Masyarakat Diharapkan Tidak Menunda Pemeriksaan Gigi
Selasa, 07 Mei 2024, 20:41 WIBJAKARTA - Kesehatan mulut yang buruk berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan menurunkan tingkat kenyamanan dan kebahagiaan hidup seseorang. Sayangnya berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 94,9 persen masyarakat di perkotaan tidak pernah berkunjung ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan rutin dalam satu tahun terakhir.
Di samping itu, dari 57 persen masyarakat yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 10,2 persen yang pergi ke dokter gigi. Padahal kesehatan mulut merupakan aspek fundamental bagi kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup individu secara menyeluruh.
General Manager Haleon Indonesia, Dhanica Dumo-Tiu, mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan kesehatan gigi dan mulut lebih inklusif bagi semua kalangan. Kebiasaan menunda pergi ke dokter gigi dan tidak mendapatkan penanganan profesional di waktu yang tepat dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.
"Hal ini bisa menyebabkan penyembuhan menjadi lebih lama akibat efek samping yang ditimbulkan dari diagnosis mandiri maupun pengobatan yang tidak tepat," katanya melalui keterangan tertulis Senin (6/5).
Untuk untuk mengedukasi terkait gigi sensitif dan penanganan kesehatan gigi dan mulut Haloen bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia Pengurus Wilayah (PDGI Pengwil) Jakarta. Mengadakan kegiatan Fun Walk di pelataran FX Sudirman Jakarta pada (21/5), dengan tujuan membantu masyarakat Indonesia mencapai kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik dalam kehidupan sehari-harinya.
Sebagai bagian dari inisiatif edukasi kesehatan gigi dan mulut Hari Kesehatan Mulut Sedunia, merek kesehatan gigi dan mulut dari HaleonS, Sensodyne, berkolaborasi dengan PDGI Pengwil Jakarta. Kerja sama yang dilakukan dalam bentuk penyelenggaraan Fun Walk di pelataran FX Sudirman Jakarta.
"Melalui kolaborasi ini, Sensodyne menawarkan lebih dari 15.000 pemeriksaan sensitivitas gigi dan membagikan 1.000 produk Sensodyne untuk mendorong masyarakat agar memeriksakan giginya kepada tenaga kesehatan profesional dan berkunjung secara rutin ke dokter gigi," ujar dia.
Ketua Umum PDGI, drg. Usman Sumantri, M.Sc., menambahkan, melalui acara Fun Walk pihaknya berharap masyarakat dapat menjadi lebih sadar akan kondisi kesehatan gigi dan mulutnya. Dalam acara ini, para dokter gigi turut menyediakan pemeriksaan gigi gratis untuk lebih dari 150 pasien khususnya mereka yang mengalami permasalahan gigi sensitif.
Umumnya, gigi sensitif ditandai dengan rasa ngilu dan nyeri yang menusuk dentin gigi yang terbuka karena terkena rangsangan perubahan suhu yang ekstrembaik dingin atau panas, maupun rangsangan kandungan kimia seperti asam dan manis yang terkandung dalam makanan serta minuman," katanya.
Ia menambahkan, PDGI berharap, masyarakat yang merasakan gejala-gejala ini dapat lebih berkeinginan untuk pergi ke dokter gigi ketika tubuh telah memberikan sinyal rasa sakit. Setelah gejala dirasakan diharapkan tidak menunda hingga kondisi sudah menjadi lebih parah.
Fun Walk yang diselenggarakan Sensodyne dan PDGI ini diikuti oleh lebih dari 600 dokter gigi dan ratusan peserta dari berbagai komunitas. Tak berhenti di sana, rangkaian acara Hari Kesehatan Mulut Sedunia Sensodyne bersama PDGI juga akan terus berlanjut, salah satunya melalui Dentist Education Competition yang menjadi ajang edukasi terkait gigi sensitif dan telah dilaksanakan sepanjang bulan April 2024.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.