Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Korsel Tunda Rencana Beri Tindakan Hukum Dokter yang Mogok Kerja

📅 Senin, 06 Mei 2024, 08:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Korsel Tunda Rencana Beri Tindakan Hukum Dokter yang Mogok Kerja Doc: ANTARA/Lee Sang-ho/Xinhua
Ket. Petugas medis berjalan di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan pada 15 Maret 2000.

SEOUL - Pemerintah Korea Selatan menunda rencana untuk mengambil tindakan hukuman terhadap pemogokan yang berkepanjangan oleh dokter-dokter yang masih magang dan sedikit menunda rencana untuk meningkatkan kuota penerimaan sekolah kedokteran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh salah seorang pejabat pemerintahan Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya seperti dilaporkan Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap, Minggu (5/5).

Dalam jumpa pers minggu lalu, Wakil Menteri Kesehatan Kedua Park Min-soo mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk memberikan otonomi kepada universitas-universitas lokal dalam menentukan kuota sekolah kedokteran dengan kisaran 50 hingga 100 persen untuk tahun akademik 2025.

Solusi tersebut ditawarkan untuk untuk memecahkan kebuntuan masalah yang sudah terjadi selama berbulan-bulan. Selain itu, pemerintah telah menunda penangguhan izin bagi dokter yang tidak aktif selama berbulan-bulan berdasarkan kebijakan disposisi fleksibel sejak akhir Maret.

Tak hanya itu, pemerintah juga tidak mengeluarkan perintah eksekutif untuk profesor sekolah kedokteran yang turut mengundurkan diri bersama mahasiswanya.

Langkah-langkah tersebut dipandang sebagai sebuah kompromi, mengingat dorongan awal pemerintah untuk menambah total 2.000 penerimaan sekolah kedokteran mulai tahun 2025 sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi potensi masalah yang berasal dari rendahnya angka kelahiran dan penuaan yang cepat.

Keputusan pemerintah tersebut memicu protes dari lebih dari 90 persen dari 13.000 dokter peserta pelatihan di negara tersebut yang meninggalkan tugas mereka di rumah sakit umum sejak 20 Februari.

Namun, organisasi dokter bersatu dalam seruan mereka agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan tersebut dan menyusun rencana baru dari awal, meskipun ada tanda-tanda perpecahan dalam koordinasi internal mereka.

Lim Hyun-taek, ketua baru Asosiasi Medis Korea (KMA), yang terkenal sebagai tokoh garis keras, telah berulang kali mengecam pemerintah dengan pernyataan tegas dan bersikeras untuk membatalkan peningkatan penerimaan pasien.

"Rencana untuk meningkatkan pendaftaran sebanyak 2.000 mahasiswa kedokteran bukanlah solusi untuk permasalahan di sektor medis," kata Lim, Sabtu (4/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.