Gencarkan Intervensi Harga Bawang

Senin, 06 Mei 2024, 08:42 WIB

JAKARTA - Pemerintah berupaya meredam gejolak harga bawang merah yang berlangsung pasca-Lebaran. Salah satunya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memasifkan gerakan pangan murah (GPM) sejak 29 April-8 Mei dan di 63 titik area Jakarta dan 2 Pasar Mitra Tani Hortikultura (PMTH).

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, menuturkan program GPM dilakukan untuk menyikapi tingginya harga bawah merah yang dalam waktu dua minggu terakhir. "Ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah kepada masyarakat untuk memberikan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau," ujarnya saat melakukan monitoring pelaksanaan GPM di Kantor Kelurahan Kalibata Pancoran, Jakarta Selatan, dan Susukan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (3/5).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Kegiatan ini, terangnya, merupakan kolaborasi Bapanas bersama Kementan, Pemerintah Provinsi Jakarta, BUMN, BUMD, beserta Champion Bawang Merah binaan Kementan. Tersedia lengkap ada sembilan bahan pokok, seperti beras, telur ayam, cabai merah keriting, cabai rawit merah, hingga minyak goreng.

Eko Setyobudi, pedagang makanan, mengungkapkan bawang merah yang dibanderol dengan harga 35.000 rupiah per kilogram (kg), kualitasnya lebih bagus dan terjangkau masyarakat. "Belanja di sini lebih murah dan kualitas barang lebih bagus dan terjangkau. Sosialisasi keberadaan pasar dan program ini perlu lebih digencarkan agar masyarakat sekitar dapat belanja dengan harga yang murah," ungkapnya.

Senada, Maryati, pembeli di Pasar Mitra Tani Hortikultura (PMTH) Pasar Minggu. Dia sangat mengapresiasi GPM, khususnya bawang merah. "Alhamdulillah, harga bawang merah di sini sangat murah, karena kalau di pasar bisa sampai 65.000-70.000 rupiah (per kg), di sini cuma 35.000 rupiah (per kg). Kami sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini," ungkap Maryati.

Sebelumnya, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengatakan harga bawang merah akan turun dalam sebulan ke depan. "Jadi bawang merah itu dalam 30 hari, 40 hari ke depan kondisinya akan baik," ujar Arief.

Adapun tren harga bawang merah dalam sepekan terakhir telah turun. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas per 29 April sampai 2 Mei 2024, rerata harga bawang merah nasional sebesar 50.830 rupiah per kg, turun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 52.920 rupiah per kg.

Inflasi Tertiggi

Seperti diketahui, bawang merah adalah komoditas pangan dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada April lalu karena persediaan di beberapa wilayah turun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang merah pada April lalu mengalami inflasi sebesar 30,75 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).

"Inflasi ini adalah yang tertinggi selama periode Januari 2021 sampai April 2024 untuk bawang merah," ujar Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Kamis, pekan lalu.

Dia menyampaikan bahwa menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan sangat tinggi yang terjadi di wilayah utara Jawa Tengah menyebabkan banjir yang mengganggu produksi di wilayah sentra produksi bawang merah, seperti Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, dan Pati. Dengan andil terhadap inflasi bulanan sebesar 0,14 persen, bawang merah merupakan satu dari enam komoditas pangan dengan andil inflasi tertinggi selama bulan lalu.

BPS mencatat bahwa inflasi bulanan pada April 2024 mencapai 0,25 persen mtm dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 3 persen secara year-on-year (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 1,19 persen year-to-date (ytd).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.