Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Dukung Pembentukan Fasilitas Pembiayaan Cepat pada CMIM

📅 Senin, 06 Mei 2024, 08:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Dukung Pembentukan Fasilitas Pembiayaan Cepat pada CMIM Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Ilustrasi - Siluet pegawai melintas di dekat refleksi logo ASEAN yang terpasang di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/8/2023).

JAKARTA - Menteri Keuangan ASEAN mendukung pembentukan Fasilitas Pembiayaan Cepat (RFF) dengan memasukkan mata uang yang dapat digunakan secara bebas yang memenuhi syarat sebagai mata uang pilihan sebagai fasilitas baru di bawah Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

CMIM yang dibentuk pada 2010 merupakan kerjasama keuangan di antara negara-negara ASEAN+3 dalam bentuk fasilitas dukungan likuiditas bagi negara yang menghadapi masalah likuiditas jangka pendek atau kesulitan neraca pembayaran.

"Kami juga mendukung rencana kerja untuk menyetujui amandemen Perjanjian CMIM tentang RFF pada pertemuan berikutnya dengan mata yang yang dapat digunakan secara bebas yang memenuhi syarat," kata pernyataan bersama Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 ke-27 yang diterima di Jakarta, Minggu.

Melalui persetujuan tersebut, para petinggi keuangan di ASEAN menginstruksikan para deputi untuk menyelesaikan amandemen CMIM pada akhir tahun 2024 sembari meyakini bahwa pembentukan fasilitas baru di bawah CMIM akan secara signifikan meningkatkan ketahanan regional ASEAN+3.

"Hal ini akan dicapai dengan memungkinkan negara-negara anggota untuk mengakses pembiayaan darurat pada saat terdapat kebutuhan neraca pembayaran yang mendesak yang mungkin timbul dari guncangan luar yang terjadi secara tiba-tiba, termasuk pandemi dan bencana alam," bunyi pernyataan tersebut.

Kemudian dalam rangka arah masa depan pengaturan pembiayaan regional (RFA), para menteri dan gubernur bank sentral sepakat bahwa reformasi RFA ASEAN+3 termasuk CMIM merupakan upaya penting untuk memperkuat jaring pengaman keuangan regional.

Semuanya sepakat bahwa manfaat dari struktur modal disetor yang dapat meningkatkan efektivitas jaring pengaman keuangan regional. Namun, di satu sisi juga menyadari biaya dan tantangannya termasuk perlunya kejelasan mengenai pengakuan cadangan devisa dan tata kelola dan kemampuan yang diperlukan untuk mengelola struktur tersebut.

Selain bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini dan prospek perekonomian global dan regional, serta tanggapan kebijakan terhadap risiko dan tantangan, para delegasi ASEAN yang berkumpul Tbilisi, Georgia, tersebut turut sepakat untuk memperkuat kerja sama keuangan regional, termasuk melalui Asian Bond Markets Initiative (ABMI), Disaster Risk Financing (DRF), dan Inisiatif Masa Depan ASEAN+3.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.