Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi 'Seren Taun', Cara Suku Badui Menghitung Populasi di Komunitasnya

📅 Minggu, 05 Mei 2024, 09:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Kami pekan depan juga merayakan tradisi Seba atau menyerahkan hasil pertanian ke Bupati Lebak Pj Iwan Kurniawan dan Gubernur Banten Pj Muktabar," katanya menjelaskan.

Jali (45) mengatakan dirinya datang ke sini bersama kelompok Kampung Batara untuk merayakan seren taun ke kediaman Dangka tetua adat Kampung Cibengkung, sekaligus silaturahmi dan mengucapkan rasa syukur.

Saat ini, masyarakat Badui yang memiliki ladang-ladang yang tersebar di Kecamatan Leuwidamar, Cirinten, Bojongmanik, Muncang, Sobang, Cileles, Cimarga dan Gunungkencana kembali ke kampung untuk merayakan tradisi ngalaksa.

Perayaan tradisi seren taun bagi masyarakat Badui wajib untuk penghitungan jiwa di kampung juga sebagai rasa syukur agar didoakan pemuka adat agar hasil pertanian menjadi lebih baik.

Sebab, sebagian besar kehidupan masyarakat Badui mengandalkan bercocok tanam padi huma, palawija, hortikultura dan tanaman keras.

"Kami berharap perayaan ngalaksa bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Badui juga semoga damai dan aman," ujar Jali.

Sementara itu, Ayah Pulung (65) warga Badui mengatakan perayaan tradisi ngalaksa untuk menghitung jumlah jiwa yang ada di kampung juga sebagai rasa syukur berkat hasil pertanian,sehingga kehidupan masyarakat menjadi sejahtera, aman dan damai.

Perayaan seren taun di rumah Dangka Kampung Cibengkung dimulai pukul 09.00 WIB, dimana warga Badui saling berebutan untuk mengambil daun janur aren.

Kemudian, daun janur itu dijadikan untuk pendataan jumlah anggota keluarga. Masyarakat Badui menandakan jika daun janur itu dibuatkan seperti tumbak maka pertanda memiliki anggota keluarga atau anak laki-laki.

Sedangkan, anggota keluarga perempuan dibuatkan daun janur anak-anak serta yang hamil dibuatkan tekegore.

"Daun janur yang dijadikan simbol data sensus nantinya dihitung oleh tetua adat dan didoakan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kemudahan rejeki, kesehatan dan ekonomi yang baik," katanya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.