Kemenag Tekankan Pentingnya Kesehatan Jemaah Haji
Minggu, 28 Apr 2024, 19:31 WIBJAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), M. Ali Ramdhani, berpesan, bagi para jemaah haji tahun 2024 untuk memperhatikan kesehatannya. Salah satu pertimbangannya yaitu kuota haji tahun ini merupakan kuota terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
"Kesehatan jemaah haji menjadi concern. Kita ingin jemaah haji berangkat dalam keadaan sehat, bisa menunaikan ibadah haji dengan baik, dan pulang ke tanah air juga dalam keadaan sehat," ujar Ali, dalam peluncuran Senam Haji Indonesia, di Jakarta, Minggu (28/4).
Dia menerangkan, kesehatan jemaah menjadi penting mengingat dari 241.000 kuota jemaah haji, 45.000 di antaranya masuk kategori lanjut usia (lansia). Adapun untuk tahun ini, pemerintah kembali mengusung tagline "Haji Ramah Lansia".
"Selain itu, ada lebih 770 jemaah haji yang wafat tahun lalu. Ini juga jumlah terbanyak dalam 10 tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji," tambahnya.
Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, Kemenag, Hilman Latief menyebut, gerakan senam haji diharapkan mampu menjadi bekal jemaah sebelum berangkat agar kondisi saat melaksanakan haji secara sempurna. Senam tersebut sudah dirumuskan tim Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) dengan gerakan low impact.
"Perdokhi sudah mengatur sedemikian rupa, bisa diterapkan di rumah hingga saat perjalanan di pesawat ke tanah suci. Jenis senamnya low impact, bukan aerobik, yang menguras tenaga," katanya.
Lansia dan Disabilitas
Sebelumnya, Direktur Bina Haji, Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan prioritas bagi jemaah lansia dan disabilitas juga dicantumkan dalam Surat Edaran Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 1 tahun 2024 tentang Mekanisme Pemberangkatan dan Kedatangan. Menurutnya, tahun ini tidak ada lagi pidato berkepanjangan saat seremoni keberangkatan dan kedatangan jemaah haji.
Dia juga mengajak jemaah haji 1445 H/2024 M untuk memiliki kepedulian sosial, khususnya kepada jemaah haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas. Menurutnya, salah satu kunci kemabruran haji adalah peduli kepada sesama.
"Mabrur juga adalah mereka yang memiliki kepedulian sosial. Kemabruran haji seseorang bukan hanya cukup dengan salat jemaah di Masjidil Haram, Masjid Nabawi atau prosesi ibadah lainnya," terangnya.
Arsad berharap, para jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dengan rajin melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki dan menjaga pola makan. Salah satunya dengan beraktivitas dan berolahraga kecil seperti jalan kaki untuk melenturkan sendi-sendi biar kaki terlatih.
"Karena di tanah suci nanti aktivitas kebanyakan jalan kaki. Apalagi pada puncak haji, bapak dan ibu akan berjalan kaki sejauh 10 kilometer. Biasakan latih fisik dengan olahraga dan jalan kaki," ucapnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Film “Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem 2” Bakal Tayang 2027
-
Bulog Kirim 2.280 Ton Beras Perdana untuk Jamaah Haji 2026
-
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Anggar Asia
-
Kemenag: Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 Digelar 19 Maret, Gandeng BMKG dan BRIN
-
Wamendag Dyah Roro Esti Tinjau Stok dan Harga Pangan di Pasar Mayestik
-
Siaga 1, Komisi I DPR: Bentuk Komitmen Kuat Jaga Keamanan
-
Agar Pelanggan Bisa Jalani Ramadan Sepenuh Hati, Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati Selama Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.