Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ADB Perkirakan Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen pada 2024 dan 2025

📅 Jumat, 26 Apr 2024, 13:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
ADB Perkirakan Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen pada 2024 dan 2025 Doc: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo
Ket. Ilustrasi - Kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina.

JAKARTA -Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen masing-masing pada tahun 2024 dan 2025, didukung oleh investasi dan konsumsi swasta.

"Secara seimbang, permintaan dalam negeri akan terus mendorong pertumbuhan dan mengimbangi lemahnya kontribusi ekspor neto," kata ADB dalam laporan tahunan Asian Development Outlook April 2024 di Jakarta, Jumat (26/4).

Kepala Ekonom ADB Albert Park mengatakan konsumsi swasta yang kuat, belanja infrastruktur publik, dan peningkatan investasi secara bertahap akan membantu mempertahankan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5 persen pada 2024 dan 2025.

Inflasi diperkirakan akan semakin menurun dari rata-rata 3,7 persen pada 2023 menjadi 2,8 pada 2024 dan 2025.

Pengelolaan sisi penawaran yang lebih baik dan ekspektasi inflasi yang terjaga akan membantu menjaga inflasi berada pada kisaran sasaran inflasi yang lebih rendah.

Menurut dia, tim pengendalian inflasi dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan akan terus memainkan peran penting dalam mengelola inflasi yang disebabkan oleh biaya dalam negeri.

Pada 2024, pemilihan umum (pemilu) yang lancar pada Februari dapat meningkatkan kepercayaan dunia usaha, sehingga menghasilkan penarik investasi yang lebih kuat dan lebih cepat.

Namun, ada kemungkinan bahwa suku bunga The Fed akan tetap lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama dari perkiraan, ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut, dan guncangan terkait perubahan iklim lebih lanjut dapat mengganggu rantai nilai global dan menyebabkan penurunan nilai perdagangan yang lebih tajam.

Di sisi lain, kebijakan moneter akan terus menargetkan stabilitas harga, dengan fokus pada pengelolaan aliran modal dan nilai tukar.

Kebijakan fiskal akan merangsang pertumbuhan pada 2024. Pemerintah meningkatkan target defisit anggaran tahun 2024 menjadi 2,3 persen PDB dari 1,7 persen PDB pada 2023. Gaji pegawai negeri naik. Anggaran perlindungan sosial diperkirakan meningkat sekitar 12 persen.

Total investasi publik pada 2024, termasuk investasi pembiayaan seperti suntikan modal ke badan usaha milik negara, akan tetap berada pada angka 1,9 persen PDB.

Pendapatan pemerintah diperkirakan naik sebesar satu persen pada 2024, dan belanja akan meningkat sebesar 6,1 persen. Karena proyeksi pemerintah yang hati-hati, pendapatan mungkin melampaui ekspektasi dan menurunkan defisit.

Belanja terkait pemilu, program bantuan sosial pemerintah, kenaikan gaji pegawai negeri pada 2024, dan perkiraan inflasi yang lebih rendah selama periode perkiraan akan meningkatkan konsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.