Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pratinjau Indonesia U23 vs Korea Selatan U23: Partai Pembuktian STY

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 17:21 WIB | Oleh:
Pratinjau Indonesia U23 vs Korea Selatan U23: Partai Pembuktian STY Doc: ANTARA/AFP/KARIM JAAFAR
Ket. Shin Tae-yong.

JAKARTA - Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Timnas Korea Selatan U-23 dalam pertandingan perempat final Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Jumat pukul 00.30 WIB.Indonesia kini tengah berupayamenciptakan sejarah kembali setelahsebelumnya mampu menorehkan rekor dengan lolos dari fase grup Piala Asia U-23.

Dalam perjalanannya menembus partai final Piala Asia U-23 2024, Indonesia menjadi runner-up Grup A setelah mengamankan enam poin dari tiga laga yang dilalui.

Sempat menelan kekalahan menyakitkan dari Qatar dengan skor 0-2, Skuad Garuda Muda mampu bangkit dan menorehkan kemenangan atas Australia 1-0 serta Yordania 4-1.

Jelang menghadapi Korea Selatan, Indonesia diyakini akan melakoni partai berat. Namun, pasukan Garuda Muda tentu saja berhasrat menciptakan sejarah lainnya.

Hal yang juga menarik adalahpartai di babak delapan besarinimenjadilaga sarat emosi bagiShin Tae-yong (STY), karena dia harus menghadapi negaranya sendiri Korea Selatan.



Pembuktian STY

Pertandingan Indonesia kontra Korea Selatan ini akan menjadi partai pembuktian bagi seorang Shin Tae-yong (STY) yang sebelumnya mampu menciptakan banyak sejarah bersama Timnas Indonesia, baik di level senior ataupun kelompok umur.

Pada bulan Januari lalu, Timnas Indonesia senior bersama STY mampu menciptakan sejarah dengan menembus fase gugur Piala Asia 2023, meskipun pada akhirnya langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah dihancurkan Australia 0-4.

Selanjutnya pada gelaran Piala Asia U-23 2024, STY bersama skuad Garuda Muda sukses melaju ke babak perempat final meski berstatus sebagai debutan.

Pada partai perempat final, Marselino Ferdinan serta kolega menghadapi partai berat kontra Korea Selatan dan tentu diharapkan STY dapat menularkan magisnya kepada para penggawa Garuda Muda.

Ini merupakan pertemuan pertama STY dengan negaranya sendiri, Korea Selatan, selama melatih Indonesia dan diharapkan ia bisa mengedepankan profesionalismenya ketimbang rasa partriotiknya.

Semua pecinta sepak bola tanah air tentu berharap pelatih berusia 53 tahun tersebut dapat kembali menciptakan sejarah, meski dengan cara menyingkirkan negara asalnya.

Korea Selatan unggul atas Indonesia, termasuk dari rekor pertemuan pelatih

Jelang pertemuan kedua negara, tercatat Korea Selatan dominan atas Indonesia, dari level kelompok umur hingga senior.

Pada level U-23, kedua negara baru sekali bertemu dan Korea Selatan mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 4-0 pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2016.

Sementara itu secara keseluruhan, Indonesia telah bertemu dengan Korea Selatan sebanyak tujuh kali dan semuanya mampu dimenangkan oleh The Taeguk Warriors.

Selain dari rekor pertemuan antara kedua negara, pelatih Korea Selatan Hwang Sun-hong memiliki rekor yang lebih baik atas pelatih Indonesia Shin Tae-yong.

Kedua pelatih pernah bertemu ketika keduanya menangani klub di Korea Selatan dan tercatat telah bertemu 12 kali, di mana Hwang mampu mengamankan lima kemenangan, sementara Shin hanya menorehkan dua hasil sempurna, sedangkan lima lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.