Perlu Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Kamis, 25 Apr 2024, 03:13 WIB

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati, menyatakan kolaborasi antara industri dan satuan pendidikan harus saling menguntungkan. Menurutnya, jangan sampai kolaborasi terjalin hanya sekadar basa-basi saja.

"Kerja sama itu bukan basa-basi atau misalnya kerja sama yang dilakukan atau dikerjakan basisnya kasihan, yang satu mungkin mendapat benefit yang satu mungkin tidak mendapat benefit. Itu kita tidak inginkan," ujar Kiki, dalam Business Matching 2024 China-Indonesia EducationIndustri Talk, di Jakarta, Rabu (24/4).

Ket. Foto: Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

Dia menekankan, kolaborasi antara industri dan satuan pendidikan harus saling menguatkan. Adapun kebutuhan satuan pendidikan yaitu menyiapkan kualitas sumber daya manusia.

"Bagaimana SDM kita, generasi muda kita, itu siap dengan teknologi apapun yang akan mereka gunakan atau yang akan mereka hadapi di masa depan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kemendikbudristek menggelar diskusi terkait kolaborasi antara industri di Cina dengan satuan pendidikan vokasi. Industri yang hadir dari berbagai sektor mulai dari manufaktur, kesehatan, dan pendidikan.

Kiki menyebut, ke depan pihaknya akan menjalin kegiatan serupa dengan negara-negara lain. Diharapkan kegiatan tersebut bisa fokus mengupas kebutuhan masing-masing negara terkait kolaborasi dengan satuan pendidikan di Indonesia.

"Jadi ini kebetulan momennya Cina. Pada momen-momen berikut akan ada negara-negara lain. Kenapa satu persatu? Jadi karena setiap negara punya karakter, punya kebutuhan," katanya.

Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut penting agar negara yang nanti berkolaborasi bisa mengenali karakter sumber daya manusia Indonesia. Ujung dari kolaborasi tersebut adalah menyiapkan lulusan yang siap kerja.

"Targetnya adalah generasi muda kita punya daya saing yang sangat tinggi di lapangan pekerjaan apapun masyarakat. Tujuan utamanya adalah menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi masa depan dalam situasi apapun di negara masing-masing," ucapnya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.