Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peristiwa Tumpahan Minyak pada 1969 di AS Lahirkan Hari Bumi

📅 Senin, 22 Apr 2024, 08:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peristiwa Tumpahan Minyak pada 1969 di AS Lahirkan Hari Bumi Doc: ANTARA/HO-Earth Day
Ket. Poster kampanye Hari Bumi 2024.

JAKARTA - Minyak yang tumpah pada 1969 silam di sebuah pengeboran minyak di Santa Barbara, California, Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu peristiwa lingkungan terburuk di dekade tersebut.

Lebih dari 11 juta liter minyak yang tumpah di perairan tersebut menyebabkan kematian pada lebih dari 10.000 burung laut, serta mamalia laut seperti lumba-lumba, anjing laut, dan singa laut.

Adanya peristiwa itu mengilhami seorang aktivis perdamaian bernama John McConnell dalam sebuah konferensi Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) untuk mengusulkan adanya sebuah hari khusus untuk memperingati bumi, yang awalnya diperingati pada 21 Maret 1970, dan telah disetujui oleh Sekretaris Jenderal PBB pada waktu itu, U Thant.

Sebulan berselang, Senator AS Gaylord Nelson bergerak bersama para aktivis dalam menciptakan kegiatan yang dinamakan sebagai "Earth Day" atau Hari Bumi. Ia yang juga merupakan pengajar dan pemerhati lingkungan mengajak Denis Hayes, aktivis lulusan Universitas Harvard untuk mengoordinasikan kegiatan tersebut.

Hasilnya, sekitar 20 juta orang tumpah ke jalan untuk meramaikan aksi tersebut, dan hingga kini menjadi salah satu peristiwa unjuk rasa dengan massa terbanyak sepanjang sejarah.

Atas peristiwa tersebut, Hari Bumi yang diperingati pada 22 April setiap tahunnya mulai diperingati masyarakat dunia sejak 1990, di mana saat ini, 192 negara turut ambil bagian dalam gerakan tersebut. Pemerintah Indonesia sendiri secara resmi telah memperingati Hari Bumi sejak 2009 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan perlindungan alam.

Pada tahun ini, Hari Bumi 2024 mengambil tema "Planet vs Plastic" atau "Planet vs Plastik" yang merupakan sebuah kampanye untuk mengakhiri penggunaan plastik demi kesehatan manusia dan bumi, dengan ajakan kepada semua pihak untuk mengurangi 60 persen produksi seluruh jenis plastik pada 2040 mendatang.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan meningkatkan kewaspadaan publik terhadap kerusakan yang disebabkan plastik kepada manusia, hewan, dan kesehatan seluruh biodiversitas dan menuntut dilakukannya lebih banyak penelitian dan publikasinya terhadap publik mengenai implikasi kesehatannya, termasuk dampaknya terhadap kesehatan.

Kemudian, meniadakan penggunaan plastik sekali pakai pada 2030, serta mencapai komitmen peniadaan bertahap ini yang sesuai dengan Perjanjian PBB tentang Polusi Plastik pada tahun 2024.

Menuntut kebijakan untuk mengakhiri tren berbagai model fesyen yang silih berganti dalam waktu singkat atau fast fashion yang mengakibatkan banyaknya jumlah plastik yang diproduksi dan digunakan, serta berinvestasi dalam teknologi inovatif untuk menciptakan dunia tanpa plastik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.