Penyerapan Produk Pangan Lokal Tidak Harus Menunggu Ancaman Krisis Global

Sabtu, 20 Apr 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan berupaya mengoptimalkan penyerapan pangan produksi dalam negeri guna mencegah dampak gejolak geopolitik global ke perekonomian Indonesia terutama di sektor pangan.

Menanggapi upaya tersebut, pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengapresiasi niat Bapanas dalam meningkatkan penyerapan pangan produksi dalam negeri guna mencegah dampak gejolak geopolitik global merambah ke perekonomian Indonesia terutama di bidang pangan.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: BPS – Litbang KJ/and - KJ/ONES

Menurut Zainal, mengutamakan penyerapan produk pangan lokal tidak harus menunggu ancaman krisis global.

"Sebagai negara agraris, kita mempunyai keunggulan komparatif di bidang pangan yang seharusnya bisa mandiri jika selalu mendapat dukungan pemerintah. Penyerapan produk pertanian lokal seharusnya dilakukan sejak dahulu, sekarang, dan di masa depan, tidak harus menunggu ada krisis," kata Zainal.

Dia mengatakan negara maju dan besar sekalipun tidak ada yang mengabaikan produksi pangannya, pasti mereka selalu dukung.

"Apalagi disinyalir ada upaya-upaya membuat kita jatuh dalam middle income trap, salah satunya dengan cara kita tetap bergantung pada impor pangan. Maka tidak ada jalan lain, mutlak harus ada ketahanan dan kemandirian pangan. Subtitusi impor harus dilakukan," katanya.

Cadangan Pemerintah

Sebelumnya, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengatakan tidak ada yang menyangka Iran menyerang Israel, begitu juga konflik Russia dengan Ukraina yang berjalan lama.

Jadi, solusinya adalah kita perlu cadangan pemerintah, perlu menyiapkan pascapanen," kata Arief.

Bapanas, kata Arief, juga menyatakan impor komoditas jagung disetop untuk menyerap hasil produksi dalam negeri. Dengan menghentikan impor jagung, diharapkan kebutuhan pakan bagi peternak, khususnya peternak mandiri, dapat dipenuhi dari hasil panen petani lokal.

"Jagung beberapa bulan lalu diperlukan impor? Diperlukan. Kami nggak malu-malu kita bilang perlu. Tapi begitu panen, sekarang impor jagungnya setop. Kita harus punya cadangan supaya petani, peternak ayam telur segala macam itu, masih tetap mau berternak dan bertani," kata Arief.

Dia juga berharap agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan insentif fiskal dari pemerintah pusat yang disalurkan ke daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, salah satunya dengan kerja sama antardaerah (KAD).

"Jadi, dana itu bisa dipakai oleh pemerintah daerah, kerja sama antardaerah itu menjadi penting," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa pemerintah selalu menyiapkan skenario untuk meredam dampak gejolak geopolitik global ke perekonomian Indonesia, terutama bagi sektor riil.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.