Tiga Biang Kerok Mengintai Pangan Dunia

Selasa, 25 Agu 2026, 10:35 WIB

MOSKOW – Ancaman pasokan pangan global semakin perlu diantisipasi karena perubahan iklim, gangguan geopolitik, konflik, dan hambatan perdagangan dapat mengganggu produksi maupun distribusi pangan.

Ketergantungan pada impor juga membuat negara rentan terhadap lonjakan harga dan gejolak pasar internasional.

Ket. Foto: Ilustrasi-Petani melintasi areal persawahan mengalami kekeringan di Simeulue, Aceh. — Sumber: ANTARA/ Ade Irwansah

Karena itu, ketahanan pangan perlu diperkuat melalui peningkatan produksi domestik, diversifikasi sumber pangan, penguatan cadangan pangan, serta pembangunan rantai pasok yang lebih tangguh.

Profesor Evan Fraser dari Universitas Guelph di Kanada menyebutkan ada tiga hal yang mengancam pasokan pangan global, yakni konflik, perubahan iklim, dan penurunan hasil panen di sejumlah negara penghasil komoditas utama.

Konflik telah menghambat rute pasokan pangan, seperti biji-bijian, sementara perubahan iklim memperparah situasi dengan menurunkan permukaan air di sepanjang rute pelayaran utama.

Selain itu, seperti dilaporkan The New York Times, Fraser mengatakan gelombang panas dan kekeringan menyebabkan hasil panen menurun di negara-negara penghasil pangan utama.

Fraser mengatakan sistem pangan global selama ini bergantung pada tiga hal, yakni perdagangan yang lancar, energi murah, dan iklim yang stabil. Namun, ketiga kondisi tersebut kini menghadapi gangguan.

"Sistem yang kita miliki saat ini bergantung pada tiga hal, yakni perdagangan yang lancar, energi murah, dan iklim yang stabil. Saat ini, tampaknya tidak satu pun dari asumsi tersebut terpenuhi," kata pakar sistem pangan global itu.

Amerika Serikat diperkirakan mengalami panen gandum terburuk sejak tahun 1970 karena kekeringan parah. Sementara itu, Australia, sebagai salah satu negara pemasok gandum utama dunia, mengurangi luas lahan gandum karena tingginya harga pupuk.

Selain itu, Prancis dan Jerman juga memperkirakan penurunan hasil panen akibat suhu panas yang tidak normal.

Meski demikian, stok gandum dari hasil panen tahun lalu masih cukup baik dan membantu meredam tekanan terhadap harga pangan global.

Fraser menilai sistem pangan yang telah berjalan selama bertahun-tahun tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini, sehingga perlu dipikirkan kembali.

Sistem pangan global merupakan jaringan kompleks yang menghubungkan produksi, distribusi, perdagangan, hingga konsumsi pangan antarnegara.

Ketergantungannya pada rantai pasok internasional membuat sistem ini rentan terhadap perubahan iklim, konflik geopolitik, gangguan logistik, dan gejolak harga.

Karena itu, ketahanan pangan global membutuhkan diversifikasi sumber produksi, penguatan cadangan pangan, serta rantai pasok yang lebih tangguh agar gangguan di satu wilayah tidak berkembang menjadi krisis pangan yang lebih luas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Salah Kelola! Kawasan Transmigrasi Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Masa Depan

Kemenhut Beri Sanksi 6 Perusahaan yang Sebabkan Karhutla Berulang di Kalimantan

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.