Menkeu Sri Mulyani Pimpin Pertemuan CFMCA untuk Pencapaian Target NDC
Sabtu, 20 Apr 2024, 08:11 WIBJAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin Pertemuan ke-11 Coalition of Finance Ministers for Climate Action (CFMCA) atau Koalisi Menteri Keuangan untuk Aksi Iklim untuk pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC).
Ia memimpin rapat tersebut bersama dengan Menteri Keuangan Belanda Steven van Weyenberg.
"Peranan para menteri keuangan sangat penting dalam memenuhi target NDC setiap negara," kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/4).
Bukan hanya kontribusi keuangan, lanjut dia, namun juga mencakup partisipasi nyata dalam proses persiapan, revisi, dan implementasi NDC.
Selain itu, juga termasuk dalam upaya mengembangkan kebijakan makroekonomi dan fiskal yang sehat.
Pada pertemuan itu terdapat tiga topik diskusi yang dibahas, yaitu bagaimana mendorong fungsi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mendukung implementasi NDC, penghapusan subsidi yang merugikan lingkungan secara bertahap, dan mobilisasi pasar global untuk membiayai transisi.
Menkeu mengatakan pertemuan tersebut menjadi wadah yang penting bagi para menteri keuangan untuk dapat berbagi pengalaman dan best practices.
"Termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai National Focal Point untuk UNFCCC di negara masing-masing," tutur dia.
Diketahui, Sri mulyani menghadiri IMF Spring Meetings di Washington, D.C.
Menkeu berbicara mengenai kondisi perekonomian global, regional, maupun nasional yang berubah begitu cepat dan volatil selama beberapa hari ke depan dengan adanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan juga di berbagai belahan dunia yang dampaknya yang sangat besar bagi perekonomian global, baik dari sisi harga komoditas, nilai tukar, tingkat inflasi, hingga suku bunga global.
Sebelum kegiatan tersebut, Sri Mulyani memberikan keynote speechnya pada High-Level Event bertajuk "Navigating the Mid-transition Period of the Low-Carbon Shift: The Critical Role of Finance Ministries" di Brookings Institution, Washington, D.C.
Dia menjelaskan bahwa isu transisi energi menghadapi kompleksitas dalam prosesnya, baik secara politik maupun sosial, dalam kesempatan itu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Kaji Kawasan Biong sebagai Sumber Air Baku Alternatif
-
Cegah Eksodus Pabrik, Kemenperin Diminta Jadi Pengendali Tunggal Kawasan Industri
-
Harga Cabai Rawit Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650/Kg
-
Riset Bank DBS Indonesia Ungkap Tantangan dan Strategi Transisi Keberlanjutan di Lima Sektor Strategis
-
Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya
-
Lulur Keraton: Skincare Warisan Leluhur yang Kembali Tren di Kalangan Anak Muda
-
Bencana Bisa Datang Kapan Saja, PABI Siapkan Dokter Bedah untuk Kondisi Darurat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.