Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menambah Keindahan Idul Fitri, Lebaran di Jepang Bertepatan dengan Sakura Bermekaran

📅 Kamis, 11 Apr 2024, 05:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menambah Keindahan Idul Fitri, Lebaran di Jepang Bertepatan dengan Sakura Bermekaran Doc: ANTARA/Juwita Trisna Rahayu
Ket. Para peserta silaturahmi Idul Fitri KBRI Tokyo menikmati suasana dan hidangan Indonesia di bawah pohon sakura di Wisma Duta Tokyo, Rabu (10/4/2024).

Tokyo - Lebaran di Jepang tahun ini bertepatan dengan sakura bermekaran yang menambah keindahan suasa di hari nan fitri tersebut.

"Lebaran kali ini kita diberkahi dengan matahari yang terang dan sakura yang mekar pada puncaknya. Sehingga kekhidmatan beribadah diiringi dengan suasana cerah dan gembira. Kami sangat bersyukur dengan anugerah ini bagi WNI di Jepang," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi di Tokyo, Rabu.

Tahun ini, bunga yang menjadi simbol negara Jepang itu terbilang lebih lambat untuk menapaki masa puncak mekar dibanding tahun lalu.

Bunga-bunga tersebut sudah berkembang pada akhir Maret pada tahun lalu, sementara tahun ini baru bermekaran pada awal April sehingga momentum tersebut bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah di Jepang, yang jatuh pada Rabu, 1 April 2024.

Para diaspora Indonesia dan warga lainnya tentu saja tidak ingin melewatkan momentum tersebut begitu saja sebab tahun depan kemungkinan tidak lagi berbarengan karena masa Ramadhan yang semakin maju.

Bunga-bunga Sakurabermekaran di depan Masjid Indonesia Tokyo dan Wisma Duta Tokyo yang menjadi lokasi silaturahmi para WNI, diplomat serta perwakilan negara-negara sahabat.

Hampir semua peserta silaturahmi mengabadikan momen Lebaran dengan latar belakang bunga sakura itu.

Dubes Heri berharap dengan adanya silaturahmi, persaudaraan antarwarga negara Indonesia semakin kokoh dan juga menjadi jembatan persahabatan dengan warga Jepang dan warga negara lainnya.

"Kepada para warga, saya sampaikan agar tetap menjalin silaturahmi dan memperkuat kerukunan, serta terus menjaga nama baik Indonesia," ujarnya.

Selain dinaungi sakura, silaturahmi itu dilengkapi dengan hidangan khas Indonesia serta musik-musik religi karya musisi Tanah Air.

Suasana yang hangat tersebut juga dirasakan salah satu WNI, Kiara, yang sudah dua tahun tinggal di Tokyo.

"Acaranya seru dan hangat banget. Apalagi kita jauh dari rumah. Senang bisa kumpul bersama orang-orang Indonesia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.