- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sebuah Kapal Dihantam Misi...
Sebuah Kapal Dihantam Misil di Teluk Aden
Senin, 08 Apr 2024, 02:59 WIBKAIRO - Perusahaan keamanan Inggris, Ambrey, mengatakan telah menerima informasi yang menunjukkan bahwa sebuah kapal diserang pada Minggu (7/4) di Teluk Aden sekitar 102 mil laut barat daya Mukalla di Yaman.
"Kapal-kapal di sekitar disarankan untuk berhati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun," kata perusahaan itu, tanpa menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu atau memberikan rincian lebih lanjut.
Secara terpisah dilaporkan pula bahwa sebuah misil jatuh di dekat sebuah kapal di Teluk Aden pada Minggu, namun tidak ada kerusakan pada kapal atau cedera pada awak kapal dalam insiden yang terjadi di 59 mil laut barat daya pelabuhan Aden di Yaman tersebut, kata Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO).
"Nakhoda kapal melaporkan sebuah misil menghantam perairan di dekat kapal berlabuh," kata UKMTO. "Tidak ada kerusakan pada kapal yang dilaporkan dan awak kapal dilaporkan selamat," imbuh badan tersebut.
Namun tidak disebutkan siapa yang menembakkan misil tersebut atau memberikan rincian lebih lanjut.
Militan Huthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sebelumnya telah melancarkan serangan selama berbulan-bulan terhadap kapal-kapal di wilayah Laut Merah untuk mendukung warga Palestina dalam perang Gaza.
Serangan-serangan tersebut telah mengganggu pelayaran global melalui Terusan Suez, memaksa perusahaan-perusahaan untuk mengubah rute ke perjalanan yang lebih lama dan lebih mahal di sekitar Afrika bagian selatan.
Atas serangan tersebut, AS dan Inggris telah melancarkan serangan terhadap sasaran Huthi di Yaman.
Kapal Militer Jerman
Sementara itu misi angkatan laut Uni Eropa di Laut Merah bagian selatan mengatakan pada Sabtu (6/4) bahwa mereka telah mencegat misil Huthi untuk melindungi kapal dagang.
Misi UE, yang dikenal sebagai Aspides, mengatakan dalam siaran pers bahwa kapal fregat Jerman, Hessen, telah mencegat serangan misil dari wilayah yang dikuasai Huthi.
"Tindakan yang dilakukan Hessen efektif, menghindari kerugian pada pelaut dan pelayaran niaga," ungkap misi tersebut.
Aspides diluncurkan pada Februari lalu untuk membantu melindungi rute perdagangan maritim utama dari serangan pesawat tak berawak dan misil oleh milisi Huthi Yaman, yang mengatakan bahwa mereka mereka melakukan aksinya untuk membalas perang Israel di Gaza. AFP/ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Kereta Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir yang Mogok di Blitar
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Mengapa Rudal Hipersonik Dark Eagle AS Tidak Mengubah Jalannya Perang Iran?
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
KDM: Kerusakan Tata Ruang Bogor Jadi Ancaman Serius Hilir hingga Jakarta, Bekasi, dan Karawang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.