Kemlu: Tak Ada WNI Jadi Korban dalam Gempa di Taiwan

Kamis, 04 Apr 2024, 00:02 WIB

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana gempa bumi di Taiwan, Rabu (3/4). Hasil koordinasi Kemlu dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban gempa bumi.

"Dalam laman media sosialnya, KDEI Taipei mengimbau agar seluruh WNI di Taiwan, khususnya di wilayah Hualien, untuk mewaspadai potensi gempa susulan. WNI di Taiwan agar mengikuti perkembangan informasi dari otoritas Taiwan maupun Taipei," kata Juru Bicara Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, di Jakarta, Rabu (3/4).

Ket. Foto: UPAYA PENYELAMATAN DAN MENCARI KORBAN GEMPA TAIWAN I Personel militer membantu upaya penyelamatan dan bantuan dengan mencari korban selamat di sebuah bangunan yang rusak di Hualien, setelah gempa besar melanda Taiwan timur. Setidaknya empat orang tewas dan hampir 60 orang terluka Rabu (3/4) dalam gempa bumi dahsyat di Taiwan yang merusak puluhan bangunan dan memicu peringatan tsunami yang meluas ke Jepang dan Filipina sebelum dicabut. — Sumber: AFP/HANDOUT/KANTOR BERITA MILITER TAIWAN

Seperti dikutip dari Antara, WNI yang terdampak dan membutuhkan bantuan dapat menghubungi KDEI Taipei melalui nomor hotline +88690132000 dan +886987587000.

Gempa bermagnitudo 7,5 dan 6,6 dilaporkan terjadi di sekitar Taiwan pada Rabu pagi dan getarannya terasa di Pulau Okinawa dan Miyako, Jepang selatan, sehingga membuat otoritas mengeluarkan peringatan tsunami di pulau-pulau tersebut.

Menurut data Badan Meteorologi Jepang, gempa bermagnitudo 7,5 di dekat pantai timur Taiwan yang tercatat pada pukul 08.58 waktu setempat (06.58 WIB), Rabu, memiliki kedalaman yang sangat dangkal.

Sementara itu, gempa kedua tercatat berselang kurang dari 15 menit kemudian yakni pada pukul 09.11 waktu setempat (07.11 WIB).

Setidaknya tujuh orang tewas dan lebih dari 700 orang terluka pada Rabu (3/4), akibat gempa bumi dahsyat di Taiwan yang merusak puluhan bangunan dan memicu peringatan tsunami yang meluas ke Jepang dan Filipina. Petugas terus mendata kerusakan tersebut.

Gempa Susulan

Dikutip dari Yahoo News, para pejabat mengatakan gempa tersebut adalah yang terkuat yang mengguncang pulau itu dalam beberapa dekade terakhir, dan memperingatkan akan terjadinya gempa susulan lagi di masa mendatang.

"Gempanya dekat dengan daratan dan dangkal. Gempanya terasa di seluruh Taiwan dan pulau-pulau lepas pantai," kata Wu Chien-fu, Direktur Pusat Seismologi Administrasi Cuaca Pusat Taipei.

Peraturan bangunan yang ketat dan kesadaran masyarakat yang luas terhadap bencana tampaknya telah mencegah terjadinya bencana besar di pulau rawan gempa ini, yang terletak di dekat persimpangan dua lempeng tektonik.

Wu mengatakan gempa tersebut adalah yang terkuat sejak gempa berkekuatan 7,6 skala Richter terjadi pada September 1999, menewaskan sekitar 2.400 orang dalam bencana alam paling mematikan dalam sejarah pulau tersebut.

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter yang terjadi pada hari Rabu terjadi tepat sebelum pukul 08.00 waktu setempat (0000 GMT), dan Survei Geologi AS atau United States Geological Survey (USGS) memperkirakan, pusat gempa berada 18 kilometer (11 mil) selatan Kota Hualien Taiwan, pada kedalaman 34,8 kilometer.

"Tiga orang di antara kelompok tujuh orang yang melakukan pendakian pagi hari melalui perbukitan yang mengelilingi kota itu tewas tertimpa batu-batu besar yang terlepas akibat gempa," kata para pejabat.

Di tempat terpisah, pengemudi truk dan mobil tewas ketika kendaraan mereka tertimpa bongkahan batu, sementara seorang pria lainnya tewas di tambang.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengatakan, semua korban tewas terjadi di wilayah Hualien, dan sejauh ini 736 orang terluka dalam gempa tersebut, tanpa menyebutkan seberapa serius gempa itu.

Media sosial dibanjiri dengan video dan gambar yang dibagikan dari seluruh negara tentang gedung-gedung yang bergoyang saat gempa terjadi.

"Gempanya sangat hebat, lukisan-lukisan di dinding, TV dan lemari minuman saya terjatuh," kata seorang pria di Hualien kepada stasiun televisi SET TV.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 Menjadi Rp2,768 Juta/Gr pada Selasa (25/8)

Jangan Salah Kelola! Kawasan Transmigrasi Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Masa Depan

Kemenhut Beri Sanksi 6 Perusahaan yang Sebabkan Karhutla Berulang di Kalimantan

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.