Stok Pangan Aman selama Lebaran

Selasa, 02 Apr 2024, 08:36 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan pangan selama Lebaran 2024. Upaya itu dilakukan dengan menjaga stabilitas harga, pengoperasian tol laut, optimalisasi Gudang Bulog, hingga menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui operasi pasar murah.

"Jadi, stabilitas harga ini kuncinya di supply and demand. Jika seimbang maka harga akan relatif stabil. Nah, produknya ini stoknya ada. Tinggal bagaimana mendistribusikannya," ujar Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, dalam dialog FMB9 bertajuk Lebaran Aman, Mudik Ceria Penuh Makna, Senin (1/4).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karena itu, Bapanas sejak jauh-jauh hari telah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mendistribusikan bahan pangan ke sejumlah daerah. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah lembaga serta kepala dinas antarprovinsi dan kota.

"Agar ketersediaan pangan itu tidak hanya terpusat di satu titik saja. Untuk distribusi kita sudah bekerja sama dengan Kemenhub sehingga lokasi bahan pangan itu sebarannya merata. Ada juga kerja sama antardaerah, ada forum kepala dinas antarprovinsi dan kota, untuk mengomunikasikan wilayah mana yang kurang," ungkapnya.

Rachmi menambahkan, Bapanas telah mengoptimalkan Gudang Bulog di beberapa daerah. Bahkan tidak hanya beras saja, melainkan juga 11 komoditas penting lainnya. "Untuk komoditas lain selain beras, waktu simpannya kan pendek, ya. Jadi, kita siapkan cold storage untuk menampung 11 komoditas, seperti kedelai, bawang, cabai, daging ayam, telur, dan sebagainya agar mempunyai masa simpan yang panjang," jelasnya.

Saat ini, ada sekitar 30 titik cold storage dapat diakses masyarakat. Di cold storage tersebut masyarakat dapat memperoleh bahan-bahan pangan yang tidak hanya beras dengan harga pertama.

Saat ini, menurut Rachmi, secara umum harga beras medium masih mahal. Padahal intervensi pasar melalui beras SPHP juga sudah dilakukan sejak sebelum Ramadan.

"Kalau kita lihat di grafik harga, saat ini beras medium sudah melandai grafiknya. Pekan lalu, saya ke Palu, saya cek, (walau bukan daerah produsen) beras mediumnya udah turun," ujarnya.

Rachmi mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi dengan lembaga terkait termasuk Kementerian Pertanian. Evaluasi dilakukan salah satunya terkait dengan harga pembelian dari petani dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani.

Rachmi menambahkan, saat ini fokus Bapanas menjaga ketersedian bahan pangan terlebih dahulu. Bapanas juga masih melakukan program penyaluran beras ke 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berlangsung hingga Juni 2024.

Modifikasi Cuaca

Untuk mengurangi gangguan cuaca ekstrem, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan teknik modifikasi cuaca dilakukan untuk meminimalkan kondisi cuaca ekstrem selama Lebaran nanti. Hal ini karena pihaknya memprediksi cuaca seminggu sebelum Lebaran 2024 didominasi hujan ringan dan sedang, di mana hujan sedang bisa berpotensi menjadi cuaca ekstrem.

Menurutnya, banjir di Semarang, Demak, Kudus, dan Pati pada Maret 2024 menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman, terutama menjelang Lebaran. BMKG juga telah mendeteksi bibit siklon tropis dan konvergensi antartropik yang menyebabkan curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

Dia melanjutkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, BMKG telah melakukan beberapa langkah. Mulai dari memantau kondisi cuaca secara terus-menerus, memberikan peringatan dini cuaca ekstrem, hingga menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di daerah-daerah rawan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.