Sineas Diajak Menjadikan Bahasa Daerah Peluang untuk Berkarya

Minggu, 31 Mar 2024, 06:00 WIB

Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak para sineas di Indonesia untuk tidak terpaku pada satu tren dalam pembuatan film dan mampu mengambil peluang menjadikan bahasa daerah hingga budayanya untuk menjadi dasar dalam berkarya.

"Daerah-daerah itu butuh film berbahasa daerah, sebagai contoh yang mengerti Bahasa Jawa itu jumlahnya 80 juta dan yang mengerti Bahasa Sunda itu 50 juta. Mereka butuh film mereka sendiri, sesuatu yang lekat dengan budaya mereka. Itu sudah mulai banyak peminatnya, itu memang bisa jadi tantangan, tapi ,sekaligus peluang bagi teman-teman sineas di seluruh Tanah Air," kata Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himamdalam diskusi bertajuk "Good Story, Great Actors" di Jakarta, Sabtu sore.

Hal itu sejalan juga dengan amanat Undang-Undang nomor 24 tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif yang pada ketentuan umumnya disebutkan bahwa ekonomi kreatif merupakan perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, atau teknologi.

Neil mengungkapkan posisi film sebagai produk ekonomi kreatif memang berbasis pada kekayaan intelektual, sineas dapatmemanfaatkan kearifan lokal untuk karyanya.

Selanjutnya dalam pengembangan industri film, Neil berharap agar para aktor sebagai bagian yang penting dalam sebuah film juga dapat meningkatkan kapabilitasnya sehingga film-film Indonesia bisa semakin beragam. Salah satu usulan Neil untuk tercipta peningkatan kapabilitas aktor ialah dengan mendorong adanya sertifikasi di beberapa tingkatan.

"Mungkin harus ada sertifikasi dengan tingkatan-tingkatannya. Minimal apabila ada sertifikasi, ada bukti bahwa seseorang itu memiliki pengalaman di bidang pembuatan film, atau ada bukti dia punya pengalaman di bidang akting," kata Neil.

Selain mengajak para sineas untuk mengembangkan beberapa peluang yang saat ini bertumbuh, Kemenparekraf juga saat ini tengah mendorong regulasi yang memadai agar bisa ikut meningkatkan kualitas hidup para sineas.

Salah satunya terkait dengan pengaturan tentang keselamatan kerja, dukungan kesehatan, dan waktu kerja dari para sineas. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno saat membuka perayaan "Hari Film Nasional 2024" yang diselenggarakan PARFI 56.

Menparekrafmenilai hal-hal tersebut perlu dibahasuntuk menjadi aturan berkaca dari banyaknya laporan tentang sineas yang pada hari tua kesulitan mengakses fasilitas kesehatan sampai ketiadaan jaminan jika sineas mengalami kecelakaan kerja.

"Kami bantu juga untuk mendorong di Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai kementerian yang mengampu subsektor film kami berupaya agar aspirasi sineas sebagai pelaku ekonomi kreatif bisa dimajukan sebagai bagian perlindungan ke depannya," kata Sandi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.