Pemprov Tegaskan Jatim Menuju 100 Persen 'Stop Buang Air Besar Sembarangan'
Jumat, 29 Mar 2024, 05:30 WIBSurabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyatakan wilayahnyaberkomitmen menuju 100 persen warga Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di tahun 2024.
"Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, capaian SBS desa/kelurahan pada Desember 2023 lalu sudah mencapai 92,19 persen," kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono usai menandatangani komitmen bersama menuju 100 persen SBS di tahun 2024 bersama delapan pemerintah kabupaten/kota di Surabaya, Kamis.
Terdata sebanyak 664 desa/kelurahan di delapan kabupaten/kota wilayah Jatim yang anggota rumah tangganya masih buang air besar sembarangan.
"Oleh karena itu, hari ini kita meminta komitmen dari delapan kabupaten/kota yang masih membutuhkan percepatan agar segera 100 persen SBS," ujar Pj Gubernur Adhy.
Delapan kabupaten/kota di Jatim yang masih berstatus Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yakni Kabupaten Sidoarjo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo.
Ditegaskan Adhy, Pemprov Jatim melalui program "Jatim Akses" dalam Nawa Bhakti Satya berkomitmen penuh menyediakan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Sejalan dengan pilar ke- 6 Sustainable Development Goals (SDG's) 2030, yakni menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi berkelanjutan untuk semua.
"Beberapa program yang secara rutin telah dilaksanakan di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni dan penanganan kawasan kota kumuh perkotaan. Ke depan akan kita arahkan untuk memastikan masyarakat memiliki infrastruktur sanitasi," ucapnya.
Selain itu, Pj Gubernur Adhy menegaskan bahwa permasalahan ini tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastrukturnya semata. Namun, juga harus diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat.
"Karena ada beberapa kejadian perilaku BABS dikarenakan kultur dan mindset. Sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi termasuk dengan seluruh pemangku kepentingan guna percepatan SBS 100 persen," tuturnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPR RI Harapkan Ramadan jadi Momentum Perkuat Persatuan Indonesia
-
Pasar Rakyat Makin Praktis, Bulog Dorong Transaksi QRIS, Tak Perlu Ribet Cari Kembalian
-
Saatnya Tuan Rumah Raih Juara, Jadwal Indonesia Masters Babak 8 Besar Hari Ini
-
Musim Parsel Tiba, Pedagang Dadakan Bermunculan di Palu
-
Tiongkok Bantu Australia Memburu Pria Penyiram Kopi Mendidih pada Balita Sembilan Bulan
-
Wagub Aceh Minta Bupati dan Wali Kota Percepat Usulan SK Rumah Rusak akibat Bencana
-
Jepang Emang Keren! Toilet Saja Bisa Cek Kesehatan, Bagaimana Caranya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.