Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI-Vietnam Sasar Penguasaan Teknologi Mutakhir

📅 Senin, 25 Mar 2024, 10:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI-Vietnam Sasar Penguasaan Teknologi Mutakhir Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
Ket. Delegasi Indonesia dan Vietnam dalam acara “Meet Indonesia” di Nha Trang, Kota Pesisir Provinsi Khanh Noa, Vietnam pada Jumat (22/3/2024).

JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan Indonesia dan Vietnam berencana memperkuat kemitraan ekonomi di sektor strategis melalui penguasaan teknologi mutakhir. Indonesia tertarik dengan kemajuan investasi di bidang industri mutakhir Vietnam yang berkembang pesat, seperti mobil listrik, semikonduktor, teknologi telekomunikasi dan digital, selain teknologi pertanian dan perikanan.

"Penting bagi Indonesia bermitra melalui pengembangan riset dan pengembangan (R&D), pertukaran kesempatan kerja serta pelatihan bagi talenta digital dan engineer serta saling mempermudah untuk membuka pintu investasi," ujar Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi usai pertemuan bilateral dengan Deputi Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Minh Hang di Nha Trang, Kota Pesisir Provinsi Khanh Noa, Vietnam, seperti dikutip dalam keterangan, Minggu (24/3).

Lebih lanjut, dia menyampaikan telah menyerahkan konsep perjanjian kemitraan melalui jalur diplomatik dan berharap dapat segera disepakati.

Perjanjian tersebut nantinya akan menjadi payung untuk mewadahi kerja sama ekonomi strategis dengan keluaran kongkrit, khususnya manfaat bagi para teknisi dan talenta digital untuk bersama-sama menguasai teknologi maju. Indonesia dan Vietnam sudah bermitra dalam beberapa forum selain Asean, seperti The Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) dan The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) perlu memperkuat integrasi ekonomi di Asean.

Edi juga meminta bantuan Vietnam sebagai anggota Great Mekong Sub-region (GMS), yang menjadi wadah kerja sama sub-regional Asean di wilayah Asean kontinen, untuk berkomunikasi dengan mitra GMS lainnya.

Indonesia berharap segera dilakukan dialog bersama yang lebih intensif antar GMS dengan forum sub-regional Asean lainnya, yakni Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.