Perkuat Kolaborasi, RI dan Vietnam Jajaki Peluang Kerja Sama Agrikultur
Sabtu, 23 Mar 2024, 00:08 WIBJakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menjajaki kerja sama sektor agrikultur dan akuakultur dengan Vietnam, yang melibatkan koperasi dan UKM untuk memperkuat kedudukan posisi Indonesia dan Vietnam di Asia Tenggara.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat melakukan pertemuan dengan Ketua Komite Rakyat Provinsi Dak Lak, Hyim Kdoh, Jumat, mengatakan Indonesia dan Vietnam memiliki peranan penting dalam sektor agrikultur dan akuakultur di kawasan.
"Kami terbuka untuk bekerja sama dengan Vietnam dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian dan perikanan di kedua negara," kata Teten, dikutip dari siaran pers yang dirilis KemenKopUKMdi Jakarta, Jumat.
Teten menuturkan berbagai peluang kerja sama yang ingin dieksplorasi, antara lain modernisasi ekosistem bisnis agrikultur dan akuakultur melalui digitalisasi, riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk pertanian dan perikanan di pasar global, dan pengembangan model bisnis dan kemitraan rantai pasok perikanan dan pertanian di kawasan.
Ia menyebutkan beberapa komoditas yang sedang dikembangkan di Indonesia, antara lain adalah rumput laut, udang, sidat, sawit, kelapa, jahe merah, padi, buah-buahan, bambu dan rotan.
Sementara itu, fokus pengembangan komoditas sektor akuakultur di Vietnam ada ikan baramundi, udang dan lobster.
Teten menyebut komoditas pertanian seperti durian, mangga, dan nangka, yang juga banyak ditanam di Indonesia, juga menawarkan peluang kerja sama yang menjanjikan antara Indonesia dan Vietnam.
"Kebijakan Pemerintah Indonesia saat ini adalah mendorong hilirisasi produk-produk berbasis sumber daya alam, termasuk komoditi agrikultur dan akuakultur. Ada beberapa komoditas unggulan di sektor agrikultur dan akuakultur yang dibudidayakan di kedua negara, hal ini menjadi baik untuk dikerjasamakan dan ditingkatkan kualitas produksinya," ujar Teten.
Menurut Teten, melalui hilirisasi akan menghasilkan lapangan pekerjaan berkualitas yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita.
"Harapan ke depan, tidak ada lagi kegiatan perikanan dan pertanian perseorangan, kecil-kecil, tidak berskala ekonomi dan tidak terancang, semuanya harus didesain" ucapnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kunjungi Sido Muncul, Delegasi Taiwan Jajaki Kerja Sama Tanaman Obat dan Herbal
-
AS akan Terapkan Biaya 20% untuk Melewati Selat Hormuz, dan Berlakukan Kembali Blokade terhadap Iran
-
Rupiah Hari Ini Tersungkur usai Serangan AS ke Iran, Pasar Keuangan Bergejolak
-
Kemnaker Bidik Serapan Kerja lewat MagangHub
-
AVC U-18: Tim Bola Voli Putri Indonesia Petik Kemenangan Perdana
-
Komnas HAM Sesalkan Penyerangan Warga Sipil di Intan Jaya, Ingatkan Pelanggaran HAM dan Hukum Humaniter
-
DPRD dan Pemkot Bogor Bahas Raperda Rumah Susun untuk Atasi Keterbatasan Lahan dan Pertumbuhan Penduduk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.