PBB Serukan Kerja Sama Air untuk Perdamaian
📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa
JENEWA - Kerja sama lintas batas mengenai sumber daya air bersama dapat membantu mencegah konflik dan membangun perdamaian. Hal itu diutarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (22/3) seraya mendesak semua negara untuk bergabung dalam Konvensi Air.
PBB menekankan bahwa dengan adanya perubahan iklim dan meningkatnya kelangkaan air di seluruh dunia, kerja sama air lintas batas menjadi semakin penting untuk stabilitas regional dan pencegahan konflik.
"Air dan perdamaian saling terkait erat," ucap Sonja Koeppel, Sekretaris Konvensi Air PBB mengatakan kepadaAFP. "Kerja sama mengenai perairan tersebut sangat penting bagi perdamaian, bagi pembangunan untuk aksi iklim," imbuh dia.
Koeppel menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen sumber daya air tawar dimiliki oleh dua negara atau lebih, termasuk sungai-sungai besar seperti Sungai Rhine dan Danube di Eropa, Sungai Mekong di Asia, Sungai Nil di Afrika, dan Sungai Amazon di Amerika Latin.
Air merupakan sumber daya yang sangat penting, kata dia, sehingga memiliki kekuatan untuk membawa negara-negara yang berkonflik ke meja perundingan dan membuka pintu kerja sama di bidang lain.
India dan Pakistan misalnya memiliki perjanjian kerja sama dalam pemanfaatan sungai Indus. Dan kesepakatan yang dicapai oleh Senegal, Mauritania, Guinea dan Gambia pada era '70-an mengenai Cekungan Senegal, telah memungkinkan mereka bersama-sama membiayai dan membangun infrastruktur yang mendistribusikan air ke keempat negara tersebut.
"Bahkan ketika ketegangan politik terjadi antar negara, kerja sama ini terus terjalin," kata Koeppel.
Tercatat sebanyak 153 negara di seluruh dunia berbagi sumber daya air, namun hanya 24 negara yang telah meneken berbagai perjanjian kerja sama yang mencakup seluruh penggunaan air bersama, kata Sekjen PBB, Antonio Guterres, dalam pernyataan yang memperingati Hari Air Sedunia pada Jumat.
"Kita harus mempercepat upaya kerja sama lintas batas, dan saya mendesak semua negara untuk bergabung dan melaksanakan Konvensi Air Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Guterres. "Tindakan untuk air adalah tindakan untuk perdamaian," tegas Sekjen PBB.
Ajakan Bergabung
Konvensi ini didirikan pada 1992 untuk membantu mendorong pengelolaan bersama yang bertanggung jawab atas sumber daya air di kawasan Eropa, namun dibuka pada 2016 untuk negara-negara di seluruh dunia. Saat ini terdapat 52 negara yang tergabung pada konvensi ini terutama dari Eropa, Asia, dan Afrika.
Koeppel mengatakan konvensi ini merupakan alat penting untuk mendorong lebih banyak kerja sama perairan lintas batas, namun juga untuk membantu negara-negara menavigasi situasi kompleks dan menyelesaikan perselisihan.
"Sulit bagi negara-negara untuk bekerja sama terutama dalam situasi kelangkaan air atau banjir atau jika terjadi pencemaran air yang tidak disengaja," kata dia.
Konvensi ini dapat membantu negara-negara untuk menggunakan sumber daya bersama mereka secara damai dan berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan bersama-sama beradaptasi terhadap perubahan iklim," tegas Koeppel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!