Pemda DIY Dukung Pengembangan Energi Terbarukan

Jumat, 22 Mar 2024, 06:36 WIB

Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mendukung pengembangan energi baru terbarukan dari biomassa kayu dengan memanfaatkan hutan tanaman energi di Kabupaten Gunungkidul.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Kamis (21/03), mengatakan program yang diinisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI itu sangat penting dan strategis.

"Saya mendukung penuh inisiatif diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar biomassa berbasis kayu hutan produksi atau hutan tanaman energi," kata dia dalam FGD "Pengembangan Sirkular Ekonomi Melalui Revitalisasi Lahan Kritis Energi".

Menurut Sultan, pasokan energi yang stabil dan andal dibutuhkan dari mulai penerangan sehari-hari, transportasi, hingga sektor industri yang menjadi tulang punggung ekonomi negara.

Dia mengakui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi krisis energi sehingga dapat mendorong inovasi, investasi, dan pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memperkuat sistem energi negara.

Sebagai bentuk dukungan, pada 2023 DIY telah melakukan inisiasi pembangunan ekosistem Green Economy untuk mendukung Net Zero Emission (NZE) di Gunungkidul melalui tanaman Kleresede.

Menurut dia, kleresede mempunyai banyak fungsi sebagai peneduh di pekarangan dan pelindung tanaman, termasuk daunnya untuk pakan ternak, sedangkan batangnya bisa dipotong-potong untuk pembakaran biogas.

"Kerja sama ini saya kira bisa ada lanjutan, karena masyarakat di Gunungkidul itu yang saya lihat itu juga satu kelurahan inisiatif Pak Lurah melakukan pembibitan 50 ribu. Satu bibit dihargai Rp1.000. Setidaknya dalam satu desa beredar Rp50 juta yang bisa memperbaiki ekonomi juga," kata dia.

Sultan HB X mengatakan apabila luaslahan kebun kleresede yang sudah sekitar 60 hektare ini dapat ditambah maka pembenihan juga bertambah.

Menurut dia, daun kleresede akan menjadi salah satu solusi mengatasi kebutuhan pakan ternak, sedangkan batang kayunya akan menopang kebutuhan PLN atas pengganti batubara dengan harga lebih murah.

Sultan menyadari ketergantungan manusia sangat tinggi pada bahan bakar fosil sehingga berdampak pada perubahan iklim global.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia Iwan Agung Firstantara mengatakan saat ini pihaknya telah memiliki proyek percontohan pembudidayaan tanaman kleresede di Karangasem dan Gombang, Gunungkidul seluas 50 hektare di tanah Sultan Ground (SG).

"Tetapi di seluruh masyarakat itu juga kami kembangkan untuk pembibitan dan juga penanaman secara mandiri masyarakat. Jadi sebenarnya cukup banyak, ada di masyarakat, tanah kas desa dan Sultan Ground," katanya.

Saat ini, kata dia, luaslahan tersebut sudah mencapai 2x30 hektare dan kemungkinan akan bertambah.

"Penduduk juga melakukan pengembangan sendiri, karena penduduk di lahan kritis menanam sendiri. Selain di Gunungkidul kami juga kembangkan bersma mitra di Banten, Tasikmalaya, Cilacap, Kupang hingga Kalimantan Barat," kata dia.

Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti menyebut pengembangan energi baru terbarukan dari biomassa kayu merupakan antisipasi terhadap menipisnya energi tidak terbarukan, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan energi masyarakat yang semakin kompleks.

"Kita dorong pemanfaatan limbah kayu dan hasilnya ini menjadi biomassa. Artinya, tidak ada tersisa limbah pohon, semuanya bermanfaat baik daun maupun kayunya," ujar Nani.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.