Bentuk Asteroid Dimorphos Berubah Usai Tabrakan dengan Pesawat Luar Angkasa

Kamis, 21 Mar 2024, 00:00 WIB

WASHINGTON - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administrationcode (NASA) mengirimkan pesawat ruang angkasa DART untuk menabrak asteroid Dimorphos pada 2022. NASA menunjukkan jika diperlukan, mengubah lintasan benda langit, dapat dilakukan untuk melindungi Bumi. Tabrakan ini tidak hanya mengubah jalur asteroid, tapi juga bentuknya.

Dikutip dari The Straits Times, para ilmuwan NASA pada hari Selasa (19/3), mengatakan asteroid tersebut yang sebelum bertabrakan dengan DART (Double Asteroid Redirection Test/ Tes Pengalihan Asteroid Ganda) tampak seperti bola yang agak montok di bagian pinggang, kini berubah bentuk seperti semangka atau secara teknis, ellipsoid triaksial.

Ket. Foto: Gambar lengkap terakhir asteroid moonlet Dimorphos, yang diambil oleh DRACO imager pada misi DART NASA 12 kilometer dari asteroid dan 2 detik sebelum tumbukan, menunjukkan potongan asteroid selebar 31 meter, dirilis 26 September 2022. — Sumber: ISTIMEWA

"Pemahaman umum adalah imorphos adalah kumpulan puing-puing yang tersusun longgar mulai dari debu, kerikil, hingga batu besar. Dengan demikian, kekuatan globalnya cukup rendah sehingga memungkinkan terjadinya deformasi jauh lebih mudah dibandingkan benda padat monolitik," kata Steve Chesley, peneliti senior di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California, dan rekan penulis penelitian yang diterbitkan di Planetary Science Journal.

"Perubahan bentuknya sangat dramatis karena komposisi tumpukan puing-puingnya," kata insinyur navigasi JPL dan penulis utama studi, Shantanu Naidu.

"Dengan mengukur orbit Dimorphos sebelum dan sesudah tumbukan, kami dapat menyimpulkan perubahan bentuk Dimorphos akibat dampak DART."

Dimorphos adalah bulan kecil Didymos, yang didefinisikan sebagai asteroid dekat Bumi. Misi DART adalah misi pembuktian prinsip yang menggunakan pesawat ruang angkasa untuk menerapkan gaya kinetik guna mendorong benda langit yang mungkin akan bertabrakan dengan Bumi. Dimorphos dan Didymos sebenarnya tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

Pesawat ruang angkasa itu bertabrakan pada 26 September 2022, dengan kecepatan sekitar 14.000 mil per jam dan menabrak Dimorphos, sebuah asteroid yang lebarnya sekitar 560 kaki (170 meter), kira-kira 6,8 juta mil (11 juta kilometer) dari Bumi. Didymos memiliki diameter sekitar setengah mil (780 meter).

Tabrakan DART, yang menyebabkan puing-puing batuan dari asteroid terbang ke luar angkasa, juga mengubah jalur orbit Dimorphos di sekitar Didymos, menjadikannya berbentuk elips, bukan lingkaran, dan periode orbitnya, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu orbit.

Para ilmuwan menemukan saat ini Dimorphos membutuhkan waktu 11 jam, 22 menit dan 3 detik untuk menyelesaikan satu orbit, 33 menit dan 15 detik lebih sedikit dibandingkan sebelum tumbukan.

Para ilmuwan sebelumnya telah mengungkapkan orbit asteroid telah berubah, dan studi baru ini menawarkan pembacaan paling tepat mengenai hal tersebut.

Chesley mengatakan periode orbit asteroid terus menurun secara perlahan dalam beberapa minggu setelah tumbukan. "Kami percaya bahwa hal ini disebabkan oleh fakta bahwa puing-puing lepas di sistem terus bocor dan membawa momentum sudut sehingga mengontraksikan orbit," tambah Chesley.

Momentum sudut mengacu pada seberapa banyak massa benda yang berputar didistribusikan di sekitar porosnya dan seberapa cepat benda itu berputar.

Temuan studi tersebut mneyebutkan, jarak orbit rata-rata Dimorphos dari Didymos sekarang sekitar 3.780 kaki (1.152 meter), kira-kira 120 kaki (37 meter) lebih kecil dibandingkan sebelum tumbukan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.