- Home
-
- Luar Negeri
-
- Serangan Misil Hantam Kapa...
Serangan Misil Hantam Kapal Dagang di Laut Merah
Sabtu, 16 Mar 2024, 02:50 WIBDUBAI - Sebuah serangan misil yang diduga dilakukan oleh kelompok Huthi dilaporkan telah merusak sebuah kapal dagang di lepas pantai Yaman di Laut Merah, kata institusi pemantau keamanan laut pada Jumat (15/3). Serangan itu terjadi setelah kelompok Huthi yang didukung Iran mengancam akan memperluas kampanye serangan mereka yang telah mengganggu perdagangan global.
Menurut keterangan United Kingdom Marine Trade Operations (UKMTO) dan perusahaan keamanan Ambrey, awak kapal tidak terluka dan kapal masih bisa melanjutkan perjalanannya usai serangan misil yang terjadi setelah insiden di sebelah barat pelabuhan Hodeida yang dikuasai pemberontak pada Jumat dini hari.
"Sebuah kapal dagang melaporkan terkena misil dan kapal tersebut mengalami beberapa kerusakan," kata UKMTO.
Sejauh ini belum ada pihak dari kelompok Huthi yang mengaku bertanggung jawab atas serangan misil tersebut. Huthi diketahui telah melancarkan puluhan serangan misil dandroneterhadap kapal-kapal di jalur laut yang penting secara komersial selama empat bulan terakhir.
Kelompok Huthi mengatakan mereka menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel sebagai bagian dari poros perlawanan sekutu dan proksi Iran, sebagai protes terhadap perang Israel melawan Hamas di Jalur Gaza.
Serangan Huthi, termasuk serangan mematikan terhadap kapal curah pekan lalu dan tenggelamnya kapal yang membawa ribuan ton pupuk, telah memicu serangan balasan oleh pasukan Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Pada Kamis (14/3), militer AS mengatakan telah menghancurkan sembilan misil balistik anti-kapal dan duadronesetelah kelompok Huthi menembaki kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden.
Pada hari yang sama, pemimpin Huthi, Abdul Malik al-Huthi, mengatakan kelompoknya akan memperluas serangan mereka ke kapal-kapal yang mengambil rute lebih jauh di sekitar Tanjung Harapan di Afrika.
"Kami perluas serangan untuk mencegah kapal-kapal berlayar melalui Samudra Hindia dan Afrika Selatan," kata dia dalam pidato yang disiarkan oleh saluran TV Al-Masirah milik pemberontak. "Kami sudah mulai melaksanakan operasi terkait itu," imbuh dia seraya mengatakan bahwa dalam dua belas operasi penargetan, Huthi menggunakan 58 misil untuk menyerang kapal komersial dan militer di Laut Merah, Teluk Aden dan Laut Arab, selama sepekan ini saja.
Klaim Huthi
Sementara itu kantor beritaSputnikmelaporkan bahwa kelompok Huthi di Yaman mengklaim telah melakukan uji misil hipersonik yang memiliki daya rusak tinggi yang akan menambah kemampuan persenjataan militernya.
"Pasukan misil dari kelompok tersebut telah berhasil menguji misil yang dapat mencapai kecepatan delapan kali kecepatan suara (Mach 8) yang ditenagai bahan bakar padat," kata sumber militer yang dekat dengan Huthi kepadaSputnik. "Yaman berencana memulai memproduksi misil itu untuk digunakan dalam serangan di Laut Merah, Laut Arab, serta Teluk Aden, juga melawan target di Israel," imbuh dia.
Pada saat yang sama dengan uji coba misil hipersonik tersebut, angkatan bersenjata di Yaman utara juga telah meningkatkan kapabilitas misil dan armadadronemereka, setelah memodifikasi hulu ledaknya untuk melipatgandakan kekuatan penghancurnya, menyusul uji coba yang berlangsung selama tiga bulan, menurut sumber tersebut.
Pada Kamis pekan lalu, pemimpin Huthi berbicara tentang upaya kelompoknya untuk memproduksi misil hipersonik dengan mengatakan bahwa musuh, teman dan rakyat kami akan melihat tingkat pencapaian kepentingan strategis yang akan menempatkan negara kami dalam hal kemampuannya di antara negara-negara lain di dunia ini.
Dia kemudian mengatakan bahwa pasukan Yaman telah menggunakan senjata baru dalam operasi baru-baru ini di Laut Merah dan Laut Arab, yang akan mengejutkan AS dan Inggris. AFP/Ant/Sputnik/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Mengapa Rudal Hipersonik Dark Eagle AS Tidak Mengubah Jalannya Perang Iran?
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Kukar Latih 30 Juru Sembelih Halal Jelang Idul Adha
-
KDM: Kerusakan Tata Ruang Bogor Jadi Ancaman Serius Hilir hingga Jakarta, Bekasi, dan Karawang
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.