Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Investasi Ratusan Juta Dollar untuk Proyek Logam Tanah Jarang

📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia Investasi Ratusan Juta Dollar untuk Proyek Logam Tanah Jarang Doc: Antara/Xinhua
Ket. Ilustrasi pertambangan.

CANBERRA - Pemerintah federal Australia telah berkomitmen mengalokasikan dana untuk membangun tambang dan kilang logam tanah jarang gabungan pertamanya di Wilayah Utara (Northern Territory/NT).

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Kamis (14/3) mengumumkan bahwa pemerintah federal akan menginvestasikan dana hingga 840 juta dolar Australia (1 dollar Australia = Rp10.316) atau sekitar 556 juta dolar AS (1 dollar AS = Rp15.582) dalam proyek tersebut, yang akan dioperasikan oleh Arafura Rare Earths, perusahaan eksplorasi mineral setempat.

Dalam sebuah pernyataan bersama dengan Kepala Menteri NT Eva Lawler, Menteri Perdagangan Federal Australia Don Farrell dan Menteri Sumber Daya Australia Madeleine King, Albanese menyampaikan bahwa kilang itu akan menempatkan Australia sebagai pemimpin global dalam produksi logam tanah jarang dan mineral kritis yang beretika dan berkelanjutan.

"Pemerintahan saya berfokus pada masa depan yang diciptakan di Australia, dan proyek ini merupakan bagian penting dari rencana itu," ujar Albanese.

Dimanfaatkan untuk membuat magnet yang kuat, logam tanah jarang merupakan komponen penting dalam pembuatan perangkat elektronik pribadi, robotika, mesin kendaraan listrik dan turbin angin.

Fasilitas baru itu akan dibangun di lokasi sejauh 120 kilometer di sebelah utara Alice Springs di pedalaman NT dan menciptakan lebih dari 300 lapangan kerja.

King mengatakan bahwa mineral kritis dan logam tanah jarang akan menjadi hal yang krusial bagi deretan teknologi yang baru muncul atau sedang berkembang pesat (emerging technology) yang akan membantu menurunkan emisi global.

"Untuk mewujudkan target net-zero kami, kami akan memerlukan lebih banyak pertambangan, bukan lebih sedikit, untuk membangun panel surya, baterai, dan ladang angin yang kami butuhkan untuk mengurangi emisi," urainya.

Pemerintah Australia pada Januari lalu mengumumkan pendanaan senilai 22 juta dollar Australia atau sekitar 14,5 juta dollar AS untuk penelitian logam tanah jarang dan mineral kritis guna mendukung targetnya untuk menjadi pemasok energi bersih global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.