Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Sirkular Tingkatkan Penerimaan Negara

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 09:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Sirkular Tingkatkan Penerimaan Negara Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Ekonomi sirkular pada industri akan berdampak signifikan terhadap penerimaan negara. Karenanya, kalangan pelaku industri, termasuk industri baja diharapkan menerapkan konsep ekonomi berdaur tersebut.

"Ekonomi sirkular masih bersifat imbauan, belum mandatori atau kewajiban, kalau yang voluntary-voluntary tersebut diakumulasi, termasuk dari industri baja akan cukup signifikan bagi penerimaan negara," kata Pakar ekonomi lingkungan IPB University, Eka Intan Kumala Putri di Jakarta, Rabu (13/3).

Selain itu, tambahnya, penerapan ekonomi sirkular juga berdampak positif terhadap komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sehingga mendukung program net zero emission.

Terkait hal itu Eka menilai positif, beberapa industri baja padat kapital yang sudah menerapkan ekonomi sirkular, salah satunya PT Gunung Raja Paksi dengan menghasilkan green aggregate dari slag grinding. Green aggregate tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang seperti konstruksi jalan, industri batako dan paving block, beton ready mix, dan lain sebagainya.

Menurut dia, industri baja tersebut bisa dikategorikan menerapkan ekonomi sirkular sebab telah mendaur ulang limbahnya lebih dari satu tahap. "Memang tidak mungkin sampai zero waste. Tetapi prinsipnya, ekonomi sirkular akan meminimalisir waste yang terbuang," ujarnya melalui sambungan telepon.

Eka menambahkan selain berdampak positif terhadap penerimaan negara, ekonomi sirkular juga menguntungkan bagi perusahaan dan lingkungan. Dari sisi perusahaan, tentu akan mendapatkan intangible value dengan pengurangan emisi, produk perusahaan akan mempunyai brand di masyarakat sebagai produk berkelanjutan, perusahaan juga mendapatkan penghasilan dari produk yang terproses.

"Perusahaan juga akan mendapatkan value. Misal ikut proper atau certification, maka dari sisi bisnisnya akan terjamin," katanya.

Sementara itu dari sisi lingkungan, ekonomi sirkular akan mengurangi limbah, pencemaran, dan juga emisi yang terbuang. Dikatakannya, penerapan ekonomi sirkular memang tidak mudah apalagi teknologi untuk daur ulang saat ini masih mahal, tetapi seiring berjalannya waktu, ketika teknologi sudah banyak dilakukan, biaya teknologi akan menurun.

Pilar Utama

Sebelumnya Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Amalia Adiningrat Widyasanti mengatakan ekonomi sirkular merupakan pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. "Penerapan ekonomi sirkular secara masif dapat membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi masa depan," katanya.

Menurut dia, penerapan ekonomi sirkular dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia, baik secara ekonomi maupun lingkungan. Ekonomi sirkular dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.