Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Uni Eropa Upayakan Pengiriman Segera Bantuan ke Gaza Lewat Siprus

📅 Senin, 11 Mar 2024, 23:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Uni Eropa Upayakan Pengiriman Segera Bantuan ke Gaza Lewat Siprus Doc: Antara/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Ket. Arsip - Warga Palestina antre untuk mendapatkan bantuan makanan dari UNRWA di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, 9 Februari 2024.

Moskow - Komisi Eropa berharap pasokan pertama bantuan kemanusiaan dari Siprus ke Jalur Gaza melalui koridor maritim akan dilakukan "secepat mungkin" meski ada penundaan saat ini, kata juru bicara Eric Mamer, Senin.

Kamis lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bahwa militer AS akan membangun pelabuhan sementara untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Pentagon kemudian menjelaskan bahwa di bawah proyek tersebut, bantuan pertama-tama akan dipasok ke dermaga terapung dan kemudian dikirim ke pantai dengan kapal-kapal kecil.

Pada Jumat, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa Uni Eropa, AS, dan Uni Emirat Arab akan bersama-sama meluncurkan koridor maritim ke Gaza dari Siprus.

Koridor tersebut seharusnya mulai beroperasi pada Minggu, akan tetapi peluncurannya ditunda.

"Waktu untuk koridor maritim bukan enam minggu. Jangka waktunya adalah sekarang," kata Mamer terkait misi pengiriman bantuan tersebut.

"Kami berharap kapal pertama benar-benar dapat tiba di Gaza secepat mungkin. Situasinya sangat berubah-ubah dan kami perlu memastikan semua kondisinya tepat sehingga kapal-kapal dapat berlayar dan mendistribusikan barang ke Gaza dalam kondisi yang baik," kata Mamerseperti dikutip Sputnik.

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dari Gaza hingga menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 240 lainnya.

Israel melancarkan serangan balasan, memerintahkan blokade total terhadap Jalur Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina itu dengan tujuan untuk melenyapkan para pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera.

Lebih dari 31.000 orang telah terbunuh sejauh ini di Jalur Gaza, kata pemerintah setempat.

Pada 24 November, Qatar memediasi kesepakatan antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran beberapa tahanan dan sandera, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Gencatan senjata telah diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember. Lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.