Swedia Akhirnya Bergabung dengan NATO

Sabtu, 09 Mar 2024, 02:45 WIB

WASHINGTON DC - Swedia pada Kamis (7/3) resmi menjadi anggota NATO ke-32 di bawah bayang-bayang invasi Russia ke Ukraina dan mengakhiri dua abad kebijakan netralitas.

Masuknya Swedia ke dalam NATO itu terjadi setelah beberapa hari sebelumnya Hungaria menjadi anggota NATO terakhir yang meneken pakta pertahanan tersebut dan usai Swedia secara seremonial menyerahkan dokumen aksesi ke Amerika Serikat (AS), kekuatan utama aliansi transatlantik yang memberikan keamanan bersama bagi semua pihak.

Ket. Foto: Gabung NATO | Menlu AS, Antony Blinken, menerima dokumen ratifikasi NATO dari PM Swedia, Ulf Kristersson, dalam acara penerimaan di kantor Kementerian Luar Negeri AS di Washington DC, Kamis (7/3). Dengan penerimaan dokumen ini, maka Swedia resmi jadi anggota NATO ke-32.  — Sumber: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

"Ini adalah langkah besar namun pada saat yang sama merupakan langkah yang sangat alami," kata Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, ketika berada di Kementerian Luar Negeri AS di Washington DC.

"Aksesi ini adalah kemenangan bagi kebebasan saat ini. Swedia telah membuat pilihan yang bebas, demokratis, berdaulat, dan bersatu untuk bergabung dengan NATO," imbuh dia.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan hanya sedikit orang yang mengira Swedia dan Finlandia akan bergabung dengan NATO sebelum Presiden Russia, Vladimir Putin, memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022.

"Tidak ada contoh yang lebih jelas dari hari ini mengenai bencana strategis yang diakibatkan oleh invasi Putin ke Ukraina bagi Russia," tutur Blinken.

Swedia tidak pernah terlibat dalam perang, termasuk Perang Dunia II, sejak konflik Napoleon pada awal abad ke-19. Swedia dan Finlandia, meski secara militer terkait dengan AS dan kedua anggota Uni Eropa, secara historis menghindari bergabung secara resmi dengan NATO, yang dibentuk pada Perang Dingin untuk bersatu melawan Uni Soviet.

Finlandia dan Swedia meluncurkan tawaran bersama tak lama setelah invasi Russia ke Ukraina, yang gagal bergabung dengan NATO, sebuah aliansi yang berdasarkan Pasal 5, menganggap setiap serangan terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap semua anggota.

Finlandia berhasil bergabung dengan NATO pada April 2023, namun keanggotaan Swedia dihadang oleh Turki. Sebelum setuju untuk meratifikasi keanggotaannya, Turki menggunakan pengaruhnya untuk menekan Swedia, yang terkenal dengan kebijakan liberalnya, untuk menindak militan Kurdi yang berkampanye melawan Ankara.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kemudian menuntut tindakan setelah para pengunjuk rasa yang menikmati undang-undang kebebasan berpendapat di Swedia menodai Al Quran dengan membakar kitab suci umat Islam.

Hari Bersejarah

Setelah resmi bergabung, bendera Swedia diperkirakan akan dikibarkan pada Senin (11/3) di markas besar Aliansi Perjanjian Atlantik Utara di Brussels, Belgia.

"Ini adalah hari bersejarah. Swedia kini akan mengambil tempat yang layak di meja NATO, dengan hak suara yang sama dalam membentuk kebijakan dan keputusan NATO," kata Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, dalam sebuah pernyataan.

"Setelah lebih dari 200 tahun menerapkan kebijakan netralitas, Swedia kini menikmati perlindungan yang diberikan berdasarkan Pasal 5, jaminan utama kebebasan dan keamanan sekutu," imbuh Stoltenberg.

Menanggapi perkembangan terbaru ini, Russia telah berjanji melakukan tindakan balasan atas masuknya Swedia ke dalam NATO, terutama jika pasukan dan aset aliansi tersebut dikerahkan di negara tersebut. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bukan Kopi Biasa! Kepahiang Dorong 7 Varietas Kantongi Lisensi Nasional

Sistem Bursa Kerja Tangerang Diimbau Terintegrasi dengan Platform PaskerID Kemenaker

Turis Makin Lama di Nusa Dua, Belanja UMKM Bali Ikut Melejit

Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 Menjadi Rp2,768 Juta/Gr pada Selasa (25/8)

Jangan Salah Kelola! Kawasan Transmigrasi Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Masa Depan

Kemenhut Beri Sanksi 6 Perusahaan yang Sebabkan Karhutla Berulang di Kalimantan

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.