Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Natuna Tetapkan KLB DBD, Ini yang Harus Dilakukan Warga

📅 Sabtu, 09 Mar 2024, 13:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Natuna Tetapkan KLB DBD, Ini yang Harus Dilakukan Warga Doc: ANTARA/Muhamad Nurman
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah.

NATUNA -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menetapkan kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu berstatus kejadianluar biasa (KLB) guna mengintensifkan penanganan kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah di Natuna, Sabtu (9/3), mengatakan penetapan itu menyusul banyak masyarakat terserang penyakit tersebut.

"Total penderita sejak awal Januari hingga sekarang sekitar 38 orang, tapi sudah banyak yang sembuh," ucap dia.

Ia menjelaskan penetapan KLBDBD mengacu pada aturan dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

"Untuk penetapannya kita mengacu pada jumlah penderita, misalnya jika tahun sebelumnya tidak ada penderita dan kemudian tahun sekarang ada meskipun hanya satu kasus maka bisa ditetapkan sebagai KLB dan jika kita lihat untuk tahun ini jumlah penderita lebih banyak dari tahun sebelumnya," ujar dia.

Dengan ditetapkankasus DBD menjadi KLB, katanya, maka penanganan yang dilakukan akan lebih serius.

"Nanti bupati akan mengeluarkan surat edaran agar pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa bisa mengajak masyarakat untuk gotong royong," katadia.

Untuk daerah dengan wargapernah terserang penyakit, kata dia, akan diberikan penanganan khusus dengan melakukan penelitian epidemiologi.

Ia menjelaskan penelitian ini untuk mengetahui penyebab yang pasti tentang warga di daerah tersebut yang terserang DBD.

Jika penyakit tersebut disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti maka akan dilakukan pengasapandan pembersihan tempat yang berpotensi menjadi wadah nyamuk itu berkembang biak.Uji epidemiologi tersebut, katanya,dilakukan dalam radius 100 meter dari tempat kasus dilaporkan terjadi, sedangkan pengasapan dilakukan dalam radius tersebut.

Menurut dia, pemberantasan jentik hal yang penting, sedangkan pengasapanmerupakan upaya lanjutan, setelah adanya uji epidemiologi dilakukan oleh para ahli.

"Kita harus cari tahu penyebabnya, pasalnya jika kita langsung lakukan fogging(pengasapan) jentik dan nyamuk berpotensi menjadi kebal," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.