Toko Populer Semarakkan Revitalisasi Gedung ANTARA dengan Hibah Jam Klasik
Jumat, 08 Mar 2024, 22:52 WIBJAKARTA - Upaya Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA merevitalisasi gedung di Jl. Antara, Jakarta Pusat, baru-baru ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Respons positif tersebut salah satunya datang dari Toko Populer dengan pemberian hibah jam duduk klasik untuk koleksi gedung peninggalan masa kolonial itu.
"Bentuk jam serasi dengan gedung yang juga berarsitektur klasik," kata IE Buharudin atau akrab disapa Ayung, pemilik Toko Populer, Jumat (8/3).
Berkolaborasi dengan Yayasan Kota Jakarta Weltevreden, Asosiasi Pedagang Ritel Pasar Baru dan pemangku kepentingan terkait, LKBN ANTARA memang tengah mendorong revitalisasi area pusat perbelanjaan legendaris yang masih dalam satu kawasan di Jakarta Pusat tersebut
Optimis Bangkit
Direktur Komersil, Pengembangan Bisnis dan IT LKBN ANTARA, Jaka Sugiyanta, mengatakan, tujuan revitalisasi yang digaungkan ini guna meningkatkan perekonomian dari sektor kepariwisataan khas cagar budaya, khususnya pada kawasan perbelanjaan yang dibangun masa Gubernur Jenderal HM Daendels tahun 1820 ini.
"Optimis perdagangan di Pasar Baru ke depan bangkit," ujarnya usai menerima hibah jam klasik dari Toko Populer.
Upaya itu diwujudkan dengan beberapa inovasi, dengan disediakan ruang pameran foto dan Gedung ANTARA hasil revitalisasi yang akan diresmikan pada April 2024 ini juga akan rutin menggelar pementasan musik klasik selera tingkat dunia. Tak hanya itu, Gedung ANTARA juga menyajikan berbagai kuliner di ruang terbuka lantai atas.
Pereknomian rakyat
Sebagai bagian dari area Weltevreden atau lokasi Ibukota Baru Batavia, revitalisasi diyakini Toto Irianto, Ketua Yayasan Kota Jakarta Weltevreden, dapat mendongkrak perekonomian rakyat dan meningkatkan pendapatan negara dari pajak dan lainnya.
Visi - misi yayasan yang dipimpinnya adalah berpartisipasi aktif menggalang serta pemanfaatan heritage (warisan) cagar budaya guna menyedot wisatawan mancanegara setelah Ibu Kota NKRI pindah ke Kalimantan Timur.
Kawasan tersebut memiliki sejumlah daya tarik berupa Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Daendels, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Kathedral, Gereja Immanuel, Kuil Hare Krishna, Gedung Kesenian, Pos Bloc, Lapangan Monas, dan lainnya.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pengawasan Kebijakan Pelestarian Cagar Budaya di Banyuwangi
-
Harga Melonjak: Bensin di Inggris Sentuh 1,5 Poundsterling Per Liter
-
Iva Jovic Singkirkan Yulia Putintseva dalam 53 Menit di Australian Open
-
Suite Class KAI Laris Manis, Kereta Mewah KAI Makin Diminati, 42 Ribu Lebih Penumpang Ikut Ngerasain
-
Usulan untuk Meeningkatan Status Lima Cagar Budaya di Sumut
-
Makin Keren Usai Direvitalisasi: Kemen PU Ajak Pemudik Kunjungi Benteng Pendem Ambarawa
-
Mengelaborasi Model Pelestarian Sejarah dan Budaya Berbasis Kampung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.