- Home
-
- Luar Negeri
-
- Misil Huthi Hantam Kapal C...
Misil Huthi Hantam Kapal Curah
Jumat, 08 Mar 2024, 02:59 WIBDUBAI - Sebuah misil yang ditembakkan oleh pemberontak Huthi Yaman telah menghantam sebuah kapal curah di Teluk Aden pada Rabu (6/3). Akibat serangan itu awak kapal melaporkan tiga orang tewas dan sedikitnya empat orang terluka, kata militer AS.
Kelompok Huthi yang didukung Iran telah menargetkan kapal-kapal dagang yang transit di rute perdagangan penting Laut Merah selama berbulan-bulan, namun kematian pada Rabu tampaknya merupakan korban jiwa pertama yang diakibatkan oleh serangan semacam itu.
"Sebuah misil balistik antikapal menghantam MV True Confidence milik Liberia berbendera Barbados. Awak kapal itu melaporkan tiga korban jiwa dan setidaknya empat luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis, dan kerusakan signifikan pada kapal," lapor Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Awak kapal telah meninggalkan kapal dan kapal perang koalisi akan merespons dan menilai situasinya," imbuh CENTCOM, seraya menegaskan bahwa serangan itu adalah yang kelima kalinya Huthi meluncurkan misil balistik antikapal dalam dua hari.
"Serangan-serangan sembrono yang dilakukan kelompok Huthi ini telah mengganggu perdagangan global dan merenggut nyawa para pelaut internasional," ucap CENTCOM.
Sementara itu Kementerian Pekerja Migran Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (7/3) bahwa dua awak kapal yang tewas adalah warga Filipina dan dua lainnya mengalami luka parah.
Berdasarkan keterangan dari juru bicara militer Huthi, Yahya Saree, lewat media sosial, bahwa True Confidence menjadi sasaran beberapa misil setelah awak kapal menolak peringatan dari Huthi.
Atas serangan itu, CENTCOM mengatakan bahwa beberapa jam setelah serangan terhadap True Confidence, pihaknya melakukan serangan terhadap dua kendaraan udara tak berawak di wilayah yang dikuasai Huthi di Yaman yang menimbulkan ancaman besar terhadap kapal dagang dan kapal Angkatan Laut AS.
"Tindakan ini diambil untuk melindungi kebebasan navigasi dan membuat perairan internasional lebih aman bagi Angkatan Laut AS dan kapal dagang," kata CENTCOM dalam pernyataan terpisah.
Insiden terbaru ini terjadi setelah kapal berbendera Belize yang dioperasikan Lebanon, Rubymar, tenggelam pada Sabtu (2/3) lalu setelah dihantam misil Huthi pada 18 Februari yang merusak lambungnya dan memaksa awaknya dievakuasi ke Djibouti.
Sanksi AS
Sementara itu AS pada Rabu mengeluarkan sanksi yang menargetkan dua perusahaan dan dua kapal yang menurut Kementerian Keuangan telah memfasilitasi pengiriman komoditas atas nama jaringan fasilitator keuangan Huthi yang didukung Iran.
Tindakan tersebut menargetkan dua pemilik kapal yang berbasis di Hong Kong dan Kepulauan Marshall serta dua kapal karena peran mereka dalam mengirimkan komoditas atas nama Sa'id al-Jamal, kata Kementerian Keuangan AS dalam sebuah pernyataan.
"Pendapatan dari penjualan komoditas itu untuk mendukung Huthi dan serangan mereka terhadap pelayaran internasional di Laut Merah dan Teluk Aden," ungkap kementerian itu.
Bulan lalu, AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap kapal tanker minyak serta dua perusahaan yang dituduh bekerja sama dengan al-Jamal.AFP/ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Proliga 2026: Bhayangkara Presisi Masih Terlalu Tangguh bagi Garuda Jaya
-
Anggotanya Terjaring OTT KPK, Ini Respon Ikatan Konsultan Pajak Indonesia
-
Krisis Energi Perang Iran Setara dengan Gabungan Guncangan Tahun 70-an dan Perang Ukraina
-
Manchester City Resmi Rekrut Marc Guehi dari Crystal Palace
-
Eks Direktur Pertamina Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Korupsi LNG
-
Tujuh Buku Diluncurkan Sambut HPN 2026
-
Bundesliga Jerman: Kane Puji Evolusi Bayern Era Kompany, Treble Winners Bersejarah di Depan Mata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.