Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Purbalingga Akan Bangun 1.209 Tangki Septik untuk Warga

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 15:28 WIB | Oleh:
Pemkab Purbalingga Akan Bangun 1.209 Tangki Septik untuk Warga Doc: ANTARA/HO-Dinkominfo Purbalingga
Ket. Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinrumkim) Kabupaten Purbalingga Imam Hadi dalam acara Peningkatan Kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program DAK Fisik Bidang Sanitasi Dinrumkim Purbalingga Tahun Anggaran 2024 di Purbalingga, Rabu (6/3).

Purbalingga, 06/3 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinrumkim) setempat segera membangun 1.209 tangki septik (septic tank) untuk warga di 24 desa pada 2024.

Kepala Dinrumkin Kabupaten Purbalingga Imam Hadi di Purbalingga, Rabu, mengatakan 1.209 tangki septik itu terdiri atas tangki septik individu perdesaan sebanyak 1.109 sambungan rumah (SR) dan tangki septik komunal untuk 5-10 keluarga sebanyak 100 SR.

"Anggaran pembangunan tangki septik tersebut bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) fisik dengan total anggaran sebesar Rp12,09 miliar," katanya dalam acara Peningkatan Kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program DAK Fisik Bidang Sanitasi Dinrumkim Purbalingga Tahun Anggaran 2024.

Dalam hal ini, kata dia, pembangunan tangki septik komunal sejumlah 100 SR dengan total anggaran Rp1 miliar akan dilakukan di Desa Makam, Kecamatan Rembang, dan Desa Brakas, Kecamatan Karanganyar, sedangkan pembangunan tangki septik individu perdesaan untuk 1.109 SR dengan anggaran sebesar Rp11,09 miliar dilaksanakan di 22 desa yang tersebar di Kecamatan Kemangkon, Bukateja, Purbalingga, Kutasari, Bojongsari, Mrebet, Karangreja, Karangjambu, Karanganyar, Kertanegara, dan Karangmoncol.

Menurut dia, program tersebut nantinya akan direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi secara swakelola oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM).

"Harapan saya bermanfaat dan dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya yang membutuhkan," kata Imam.

Saat menjadi narasumber dalam acara tersebut, Kepala Subseksi Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis (Ekkeu dan PPS) Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Purbalingga Danif Zaenu Wijaya mengharapkan tenaga fasilitator lapangan (TFL) mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik seperti memfasilitasi perencanaan program dan mendampingi masyarakat agar cermat dalam menjalankan kegiatan tersebut.

"Anggaran yang cukup besar menimbulkan banyak celah, terutama kalau kita berbicara tentang keuangan negara pasti ada sangkut pautnya dengan tindak pidana korupsi, celah-celah itulah yang harus diantisipasi, harus dicegah," katanya.

Dalam pekerjaan pengadaan barang maupun jasa yang menggunakan keuangan negara, kata dia, ada tiga titik rawan yang harus diantisipasi, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, serta tahap monitoring dan evaluasi.

Oleh karena itu, lanjut dia, ada tiga prinsip yang harus dipegang untuk menghindari permasalahan dalam pengadaan barang dan jasa, yakni harus tepat mutu, tepat sasaran, dan tertib administrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Pasien BPJS Wajib Tahu! Ini...
Nasional
Kabar Baik Guru Honorer! Me...
Daerah
Kenapa Warga Bengkulu Diaja...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.