• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Investigasi Modern Terus D...

Investigasi Modern Terus Dilakukan

Selasa, 05 Mar 2024, 06:25 WIB

Catatan-catatan kuno dari para ilmuwan di zaman itu tentang Supernova 1006 (SN 1006) mendorong para ilmuwan pada abad ke-20 melakukan penyelidikan. Beberapa dari mereka kemudian mulai menyelidiki catatan ini untuk menentukan tingkat kecerahan supernova ini dan menemukan sisa-sisanya di langit.

Di antara para astronom tersebut, karya Frank Winkler adalah yang paling meyakinkan. Pada tahun '70-an, ahli astrofisika Middlebury College itu mempunyai kesempatan untuk mempelajari data satelit tentang emisi sinar-X dari luar angkasa, dan dia ingin melihat apakah dia dan murid-muridnya dapat menggunakan data ini dan data lainnya untuk menemukan sisa-sisa SN 1006.

Ket. Foto: — Sumber: NASA

Sebuah tim astrofisikawan Inggris dan Australia menggunakan data Ibnu Ridwan pada 1977 untuk mempersempit wilayah langit tempat terjadinya supernova. Meskipun catatan dari Swiss menetapkan batas utara visibilitas supernova, hanya Ibnu Ridwan, jelas Winkler, yang memberikan posisinya dengan jelas.

Posisi SN 1006 terus disampaikan sepanjang ekliptika, yaitu jalur yang diikuti planet-planet melalui langit. Winkler dan murid-muridnya menyisir data sinar X untuk mencari sumber emisi di area yang tepat.

Itu adalah awal dari ketertarikan Winkler terhadap SN 1006. Penelitian Winkler berfokus pada jaraknya dari Bumi, kecerahannya, dan material yang dikeluarkan bintang yang meledak ke luar angkasa. Dia mempelajari komposisi sisa-sisa tersebut, namun pada 2003 dia dapat memperoleh perkiraan jarak yang lebih tepat dari Bumi dibandingkan sebelumnya.

Cara menemukan jarak dengan membandingkan serangkaian gambar digital yang diambil pada era '80-an dan '90-an. Perkiraannya bahwa jaraknya hanya 7000 tahun cahaya dari Bumi diterima secara luas.

Para astronom juga mengukur kecerahan atau magnitudo dengan menggunakan skala logaritmik di mana bintang yang lebih terang memiliki angka yang lebih rendah. Dengan menggunakan pengetahuan mereka tentang SN 1006 dan jaraknya dari Bumi, Winkler dan timnya menghitung kecerahan maksimumnya pada magnitudo -7,5.

Perhitungan kecerahan itu sesuai dengan perkiraan Ibnu Ridwan dan menjadikannya supernova paling terang dalam sejarah. "Itu sekitar seratus kali lebih terang dari Jupiter," kata Winkler, atau 250 kali lebih terang dari Sirius, bintang paling terang di langit.

Sementara itu para peneliti dari Universitas Barcelona, Institut Astrofisika Canaria, dan CSIC menemukan bahwa penggabungan 2 bintang katai putih merupakan penyebab terjadinya supernova tahun 1006 ini. Penemuan itu telah diterbitkan dan menjadi sampul depan majalah ilmu pengetahuan Nature edisi 27 September 2012.

Dari penemuan tersebut, mereka mengetahui bahwa ledakan termonuklir yang dihasilkan mengeluarkan seluruh materi sehingga tidak meninggalkan jejak satupun dari kedua bintang tersebut. Namun, penelitian lebih lanjut menguak bahwa katai putih pendahulunya tidak memiliki pasangan bintang. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.