Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar UGM: Pastikan Impor Beras Tidak Merusak Harga di Tingkat Petani

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Guru Besar UGM: Pastikan Impor Beras Tidak Merusak Harga di Tingkat Petani Doc: ISTIMEWA

JAKARTA -Badan Pangan Nasional (Bapanas) harus mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa produksi pertanian benar-benar menjadi soko guru ketersediaan pangan nasional dan bukan impor. Harus bisa dipastikan impor beras tidak merusak harga di level petani.

"Petani harus menjadi subjek utamanya. Tugas Bapanas menjaga daya hidup petani. Harus dipastikan impor tidak merusak harga di level petani. Apalagi ini kan memasuki panen raya," kata Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto kepada Koran Jakarta, Senin (4/3).

Dwijono mengatakan dibentuknya Bapanas ditujukan untuk membenahi tata kelola pangan nasional terarah dan efektif. Sesuai UU Pangan, salah satu tugas Bapanas adalah memastikan ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, mencegah kerawanan pangan dan gizi, penganekaragaman konsumsi pangan, serta keamanan pangan.

Untuk itu, Dwijono mengingatkan Indonesia jangan dibandingkan dengan Singapura yang penduduknya kecil. Indonesia dengan penduduk 270 juta harus mandiri pangan.

Harus Berbasis Data

Sementara itu, pakar ekonomi pedesaan dari Universitas Brawijaya, Imron Rozuli, mengatakan, rantai pasokan beras harus berbasis data dan kondisi nyata yang terjadi. Jika untuk kebutuhan cadangan dan industri maka impor menjadi pilihan kebijakan yang bisa diambil.

"Basis kebijakan ini sangat penting untuk menjaga fluktuasi harga serta tidak justru merusak harga pasar. Stabilitas harga beras sangat penting, meski ada kartel yang menguasai rantai pasokan. Hal ini terindikasi bahwa pihak-pihak yang menguasai informasi pasar menjadi faktor dominan penentu harga," kata Imron.

Imron mengatakan penguasaan ini sangat berdampak dalam fluktuasi harga, di mana informasi yang asimetris dan fungsi negara cukup lemah. Posisi hasil produksi gabah petani, justru tidak terdata dengan baik dan lemahnya kemampuan negara melalui Bulog untuk menjaga cadangan beras.

Apa yang disampaikan Dwijono dan Imron ini menanggapi pernyataan Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani. Rachmi mengatakan Bapanas menjamin impor beras tidak akan merugikan petani yang memasuki musim panen, karena impor tersebut dilakukan hanya untuk menambah cadangan beras pemerintah.

"Untuk impor beras, ini hanya untuk cadangan beras pemerintah. Jadi, tidak langsung masuk ke pasar," ujar Rachmi, dalam acara bertajuk "Persiapan Ramadan, Kondisi Harga Bahan Pokok" di Jakarta, Senin (4/3).

Seperti dikutip dari Antara, Rachmi mengatakan dalam rangka mengendalikan peredaran beras impor, Bapanas menugaskan Perum Bulog.

Rachmi menambahkan pada saat musim panen datang pun, Bulog juga memiliki tanggung jawab untuk membeli produk petani. "Agar NTP (nilai tukar petani) yang saat ini sudah bagus, sudah di angka 120-an, itu tidak turun," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.