• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ketua Wali Amanat Perkuat ...

Ketua Wali Amanat Perkuat Fakultas Kedokteran President University

Sabtu, 02 Mar 2024, 13:16 WIB

CIKARANG - President University secara resmi mengangkat Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS (K) sebagai Chairman of the Board of Trustees atau Ketua Wali Amanat Fakultas Kedokteran. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Fakultas Kedokteran, President University yang secara resmi baru membuka Fakultas Kedokteran pada Agustus 2023.

"Dalam dunia kedokteran Indonesia, Prof. Satyanegara dikenal sebagai maestro dalam bidang bedah syaraf. Julukan ini ia peroleh karena keberhasilannya dalam melakukan bedah syaraf dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Misalnya, bedah berbagai penyakit pada pembuluh darah otak," ujar Pendiri Grup Jababeka sekaligus pendiri President University, SD Darmono, di Cikarang, Sabtu (2/3).

Ket. Foto: President University secara resmi mengangkat Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS (K) sebagai Chairman of the Board of Trustees atau Ketua Wali Amanat Fakultas Kedokteran. — Sumber: istimewa

Darmono mengatakan, dalam hal bedah syaraf, keahlian Satyanegara juga diakui oleh kalangan kedokteran di negara-negara maju. Pada 2005, Satyanegara mendapatkan penghargaan The Order of Rising Sun Gold Ray with Neck Ribbon yang diberikan oleh Kekaisaran Jepang.

Damono berharap Satyanegara bisa berperan aktif dalam dunia kesehatan di tingkat nasional. Selain itu ia berharap pendidikan dan kesehatan di President University berdampak baik bagi masyarakat kita.

"Agar bersama ini kita bersama para akademisi bisa mengambil peran yang baik di tengah masyarakat," jelasnya.

Future Medicine

Pada kesempatan tersebut, Ketua Wali Amanat Fakultas Kedokteran President University, Satyanegara menyampaikan kuliah tamunya yang bertopik "Pentingnya Bioteknologi bagi Teaching Hospital & Research Hospital Masa Depan". Menurutnya, saat ini dunia kedokteran memasuk era Preventive Medicine yang juga kerap disebut Future Medicine.

"Ciri khas era ini adalah lebih mengutamakan pencegahan. Hal tersebut ditandai dengan upaya untuk menemukan gejala yang lebih spesifik, memperbaikinya, dan bahkan menghentikan gejala sesuai dengan penyakitnya," katanya.

Satyanegara melanjutkan, penanda lainnya yaitu pengobatan yang lebih personal dan presisi. Hal tersebut dimungkinkan berkat adanya upaya pemetaan genom dari setiap orang, penggunaan big data dan artificial intelligence, nanomedicine, biologi molekuler, dan bioteknologi.

Dia menyebut, biokteknologi membuat ilmu kesehatan menjadi semakin berkembang. Adanya bioteknologi juga memicu penemuan berbagai obat untuk penyakit berbahaya dan masyarakat pun menjadi lebih mudah mengakses layanan kesehatan.

"Sangat penting untuk menguasai bioteknologi dalam bidang kesehatan," ucapnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.