Pemerintah Dituding Gembosi Harga Gabah dengan Tambahan Impor Beras

Rabu, 28 Feb 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Serikat Petani Indonesia (SPI) tetap konsisten menolak rencana impor beras karena dinilai hanya akan merusak psikologi pasar dan pada akhirnya saat panen, harga di tingkat petani akan jatuh. Rencana impor tujuannya untuk menggembosi harga gabah di tingkat petani agar turun sesuai kemauan pemerintah.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi, Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan rencana impor tambahan 1,6 juta ton beras seperti yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sangat mengganggu psikologi pasar, terlebih dalam waktu dekat akan ada panen raya.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: BPS – Litbang KJ/and - KJ/ONES

"Rencana impor hanya mengganggu persiapan panen," tegas Qomar.

Seperti yang sudah disampaikan, setelah ada informasi akan impor, maka harga pasti turun menyesuaikan harga impor. Kemudian, harga gabah juga ikutan turun dan pengalaman-pengalaman di masa lalu, turunnya harga bisa sampai di bawah biaya produksi.

Dalam pandangan SPI, terang Qomar, harus ada evaluasi penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) oleh Bapanas.

"Itu harus memperhatikan biaya produksi dan memastikan keuntungan petani. Ini akan memudahkan pemerintah untuk menyerap hasil panen dan mengamankan stok cadangan beras pemerintah," tandas Qomar.

Cegah Kekurangan Beras

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo, menyatakan tambahan impor beras sebanyak 1,6 juta ton bertujuan untuk mencegah risiko kekurangan beras.

"Kenapa 1,6 juta (ton) tambahan, ini yang namanya early warning system. Jangan sudah kejadian (beras langka), kita enggak punya stok atau baru nyari-nyari. Nanti harga beras yang di dunia itu angkanya akan tinggi," kata Arief di Depok, Jawa Barat, Selasa (27/2).

Arief menyampaikan pemerintah harus memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) untuk mencegah kelangkaan, baik yang disebabkan oleh ancaman cuaca maupun produksi dalam negeri yang terganggu oleh hama.

Arief menyebut antisipasi kelangkaan beras tidak bisa dilakukan secara mendadak, karena membutuhkan persiapan hingga tiga bulan ke depan. Oleh karena itu, rencana impor beras menjadi langkah mitigasi untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri yang mencapai 2,5 juta ton per bulan.

Namun demikian, importasi beras tidak akan merugikan produksi lokal. Menurut Arief, beras yang didatangkan dari luar negeri telah disesuaikan dengan jumlah kekurangan antara produksi dan konsumsi nasional.

Bapanas juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dengan prediksi cuaca karena berhubungan langsung dengan musim panen raya.

"Importasi yang dilakukan pemerintah adalah importasi yang terukur sehingga kita juga harus jaga di tingkat petani dengan baik ya, hulu dan hilir," katanya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.