Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perangi Narkoba, BNN RI dan CNB Singapura Bangun Kemitraan Strategis

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perangi Narkoba, BNN RI dan CNB Singapura Bangun Kemitraan Strategis Doc: ANTARA/HO-BNN RI
Ket. Kepala BNN RI Marthinus Hukom (kiri) bersama Direktur CNB Singapura Sam Tee dalam pertemuan bilateral di Singapura, Jumat (23/2/2024).

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura membangun kemitraan strategis dalam penanganan narkotika di Asia Tenggara melalui pertemuan bilateral di Singapura, Jumat (23/2).

Kepala BNN RI Marthinus Hukom, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan upaya bersama dalam penanganan peredaran narkotika di kedua negara tersebut dilakukan mengingat ancaman narkotika semakin kompleks dan merajalela di kawasan Asia Tenggara.

"Diharapkan dapat terjalin pertukaran informasi dan kolaborasi, baik dalam bidang penegakan hukum, operasi bersama, serta pertukaran data mengenai tren penyalahgunaan narkotika yang menjadi prioritas dalam rencana kerja sama ke depan," kataMarthinus.

Dalam pertemuan tersebut, BNN RI dan CNB Singapura mendiskusikan kondisi terkini yang menjadi fokus utama, yaitu peredaran sabu-sabu, ganja, ekstasi, dan zat psikoaktif baru aliasnew psychoactive substances(NPS).

Selain itu, yang juga menjadi sorotan, ialah potensi bahayafentanildi kawasan Asia Tenggara.

Pihak CNB, melalui Direktur CNB Singapura Sam Tee, menegaskan pihaknya berkomitmen dalam mengentaskan permasalahan narkotika dan bersedia membuat strategi bersama dengan BNN RI untuk menghadapi ancaman bahaya narkoba.

Dalam upaya peningkatan kerja sama tersebut, CNB juga memperlihatkan peralatan dan teknologi yang dimilikinya dalam pemberantasan narkotika, serta alat deteksi dini penyalahgunaan narkotika dengan alat tes via urine maupun salivapada pertemuan bilateral itu.

Selain melakukan pertemuan bilateral dengan CNB Singapura, BNN RI juga mengunjungi Kementerian Dalam Negeri Singapura guna membahas kerja sama dalam penanggulangan peredaran narkotika di kawasan Asia Tenggara dan Asia.

Dalam pertemuan singkat tersebut, kedua negara membahas tentang perkembangan global peredaran gelap narkotika di kawasan Asia Tenggara dan Asia.

Marthinus menyatakan pentingnya kerja sama lintas negara dalam penanganan peredaran narkotika, mengingat kedua negara seringmenjadi jalur transit bagi sindikat narkotika internasional.

Pemetaan jaringan peredaran narkotika juga menjadi fokus dalam pertemuan tersebut, dengan penekanan pada identifikasi elemen terkait, baik di Singapura maupun Indonesia.

Marthinus juga menyoroti interkoneksi keuangan dan transmisi peredaran narkotika antarnegara yang dapat merugikan situasi di sekitarnya.

Dalam upaya menanggulangi peredaran narkotika, Marthinus mengusulkan keterlibatan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) untuk berkomunikasi langsung dengan pejabat Singapura.

"Meskipun jumlah pengguna narkotika di Singapura terbilang sedikit dan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama tetap penting," ujarnya.

Selain itu, dia turut membuka peluang bagi kedua negara untuk melakukan kerja sama di berbagai bidang, salah satunya melalui pelatihan bersama dan operasi bersama, baik di laut, darat, maupun udara, dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.