Menjelang Pertemuan FOMC, Rupiah Kembali Tertekan
📅 Rabu, 21 Feb 2024, 00:46 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain itu juga disebabkan indeks dollar AS yang menguat sehingga kenaikan mata uang global itu menekan mata uang negara lain termasuk Indonesia.
Hal lainnya adalah kenaikan impor Indonesia menggerus devisa negara, karena impor dibayar dengan valuta asing (valas), sehingga supply dollar AS di Indonesia berkurang yang pada akhirnya menekan nilai rupiah terhadap dollar AS.
Bank Indonesia sebagai otoritas moneter berfungsi menjaga stabilitas nilai tukar harus waspada, jangan sampai rupiah terus terpuruk. Caranya dengan menyesuaikan tingkat suku bunga Fed, untuk mencegah terjadinya capital flight.
Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan tekanan pada rupiah masih akan berlanjut seiring dengan proyeksi pelemahan ekonomi negara mitra dagang dan investasi strategis Indonesia.
Situasi Tiongkok, Jepang, dan Eropa menunjukkan adanya kekhawatiran resesi skala besar. Imbasnya, perdagangan dan investasi langsung tahun ini bisa melambat.
"Jadi, pemerintah dan pelaku usaha harus lakukan antisipasi dengan mendorong hedging bagi pinjaman valas sekaligus menahan laju utang luar negeri secara paralel," kata Bhima.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!