Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjelang Pertemuan FOMC, Rupiah Kembali Tertekan

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 00:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menjelang Pertemuan FOMC, Rupiah Kembali Tertekan Doc: Sumber: BI - KJ/ONES

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), pada Selasa (20/2), ditutup merosot menjelang risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan memutuskan suku bunga kebijakan AS atau Fed Funds Rate (FFR).

Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah ditutup tergelincir 29 poin atau 0,19 persen ke level 15.660 rupiah per dollar AS, dibanding sebelumnya 15.631 rupiah per dollar AS.

Analis ICDX, Taufan Dimas Hareva, di Jakarta, Selasa (20/2), mengatakan pelaku pasar berhati-hati sambil menunggu pertemuan FOMC, juga memicu kenaikan pada kinerja dollar AS dan menekan pergerakan rupiah.

Risalah pertemuan FOMC akan memberikan penjelasan rinci tentang alasan mempertahankan suku bunga utama tidak berubah di kisaran 5,25 persen sampai dengan 5,50 persen pada bulan Januari.

Menurut Taufan, melalui risalah FOMC tersebut, pelaku pasar juga menantikan prospek baru terkait suku bunga acuan AS.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga konsumen (consumer price index) AS naik 3,1 persen dari tahun lalu di bulan Januari, turun dari 3,4 persen di bulan Desember 2023. Namun, pertumbuhan tersebut masih lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 2,9 persen.

Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan juga mendorong dollar AS dan imbal Hasil Treasury menghilangkan peluang penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan Maret.

Menurut pendapat analis, pasar keuangan AS sedang menyesuaikan diri dengan tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi dengan jangka waktu lebih lama. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke level 15.659 rupiah per dollar AS dari sebelumnya 15.630 rupiah per dollar AS.

Pada kesempatan terpisah, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Aloysius Gunadi Brata, mengatakan pasar tentu masih menunggu keputusan FMOC, apakah akan mempertahankan FFR atau melakukan penyesuaian.

Pertemuan resmi FMOC sendiri baru akan dilaksanakan bulan depan. "Perkiraan yang ada tampaknya suku bunga tersebut dipertahankan di kisaran 5,25-5,50 persen, dengan alasan masih sulitnya prospek penurunan inflasi AS ke level yang diharapkan. Dengan demikian, posisi dollar masih potensial menguat, termasuk terhadap rupiah," kata Aloysius.

Selain itu, dari sisi domestik, Aloysius mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang merosot mungkin menjadi indikasi kalau hasil sementara pemilu, khususnya pilpres, belum mampu memberikan sentimen positif bagi rupiah.

"Hal ini sekaligus memberikan kemungkinan bahwa pasar domestik masih menunggu seperti apa hasil dari proses-proses politik pascapemilu, bahkan sebelum hasil resmi pemilu diumumkan," tandas Aloysius.

Pengendalian Inflasi

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan kalau nilai tukar rupiah terdepresiasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pun anjlok. Kondisi saat ini, jelasnya, disebabkan oleh inflasi yang terjadi di negara adidaya itu, sehingga suku bunga dinaikkan untuk pengendalian inflasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Jakarta Terus Berupaya Mengejar Status Kota Layak Anak

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Meng...
Luar Negeri
Aksi Protes Siswa Rusuh, Ra...
Olahraga
Gol Kevin Diks Melecut Sema...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.