Harga Minyak Mentah Turun Tipis Saat AS Bersiap Sambut Hari Presiden
Senin, 19 Feb 2024, 10:41 WIBTOKYO - Harga minyak mentah turun tipis pada Senin (19/2) pagi karena pasar mencerna komentar pejabat Federal Reserve AS yang menunjukkan sikap lebih sabar mengenai potensi penurunan suku bunga, di awal perdagangan yang tipis pada hari libur umum di Amerika Serikat.
Minyak mentah berjangka Brent turun 58 sen, atau 0,69 persen, menjadi $82,89 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 35 sen, atau 0,44 persen, menjadi $78,84.
Pasar belum melihat arah permintaan dari Tiongkok setelah negara tersebut kembali dari liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu, sementara Hari Presiden di Amerika Serikat diperkirakan akan menjaga perdagangan relatif tenang.
Setelah seminggu data ekonomi AS mengecewakan - menunjukkan kenaikan harga dan penurunan penjualan ritel dan produksi pabrik - pembuat kebijakan Federal Reserve pada hari Jumat mengisyaratkan "kesabaran" terhadap penurunan suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi akan menambah biaya pembelian minyak, sehingga menyebabkan tren pasar bearish.
Selama akhir pekan, ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut ketika serangan Israel membuat rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza tidak berfungsi, dan pejuang Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker minyak tujuan India.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mampu mengatasi "sebagian besar gangguan", kata analis ANZ Research dalam catatan kliennya. Karena kapasitas cadangannya berada pada level tertinggi dalam delapan tahun yaitu 6,4 juta barel minyak per hari. .
"Pasar juga diingatkan akan prospek permintaan yang tidak menentu, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pertumbuhan diperkirakan akan melemah pada tahun 2024," kata ANZ. Badan tersebut memperkirakan surplus pasar sepanjang tahun ini.
Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan melakukan pemungutan suara pada hari Selasa terkait desakan Aljazair agar badan beranggotakan 15 negara itu menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera dalam konflik Israel-Hamas, kata para diplomat. Amerika Serikat mengisyaratkan akan memvetonya.
Di Eropa, Rusia pada Minggu mengatakan pihaknya menguasai penuh kota Avdiivka di Ukraina, yang merupakan perolehan terbesarnya dalam sembilan bulan, beberapa hari menjelang peringatan dua tahun invasi mereka.
Belum jelas apakah kematian Alexei Navalny, lawan Presiden Vladimir Putin, di koloni hukuman Arktik Rusia pada hari Jumat akan memicu sanksi baru terhadap Moskow, eksportir minyak terbesar kedua di dunia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Mentah Turun Karena Optimisme Perundingan Damai AS-Iran
-
Kedatangan Paus Leo XIV di Kilamba
-
Car Free Night di DKI Jakarta di Malam Takbiran Tunggu Hasil Sidang Isbat
-
Harga Minyak Mentah Anjlok, Saham Melonjak Setelah AS-Iran Capai Kesepakatan Damai
-
Kabar Gembira bagi Warga Jasinga, Jalur KRL Akan Diperpanjang Sampai Jasinga
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Wilayah RI pada Minggu
-
Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan, Saham Asia Merosot Seiring Pudarnya Harapan Perundingan Damai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.