2 Pekerja Meninggal, Perbaikan TPT Muarasari Bogor yang Longsor Dihentikan
Senin, 19 Feb 2024, 13:35 WIBBOGOR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor menghentikan sementara pengerjaan perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang longsor di Kelurahan Muarasari, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina di Bogor, Senin (19/2), mengatakan pengerjaan TPT longsor ini dihentikan atas instruksi Wali Kota Bogor Bima Arya. Ia juga akan mengundang pihak Balai Sungai Cibalok, untuk merumuskan kembali metode apa yang bisa digunakan untuk memperbaiki TPT ini.
"Jadi arahan Pak Wali dihentikan. Kita evaluasi dulu metode maupun evaluasi pekerjaannya," kata Rena.
Kendati demikian, Rena belum mengetahui sampai kapan pengerjaan TPT ini dihentikan. Sambil dirinya menunggu pihak ketiga yang mengerjakan, yakni CV Maju Maju Mapan, untuk menyelesaikan urusannya terhadap para korban.
Rena menyebutkan dalam kejadian Minggu (18/2) itu, ada lima orang pekerja yang menjadi korban. Dua orang di antaranya meninggal dunia, satu orang luka berat, dan dua orang luka ringan.
"Sementara juga lagi ngurus korban. Barusan saya dari RSUD Ciawi, sama pihak ketiga karena mereka baru tindakan operasi untuk satu korban luka. Tapi dua korban luka sudah pulang ke Cianjur," jelasnya.
Lebih lanjut, Rena menjelaskan longsorterjadi ketika para pekerja tengah melakukan galian pondasi. Galian dilakukan secara manual, lantaran alat berat tidak bisa masuk ke lokasi.
Perbaikan TPT ini, kata Rena, merupakan penanganan rekonstruksi akibat longsor yang terjadi pada 28 Februari 2023. Perbaikan ini baru dilakukan karena baru disetujui menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 2 miliar.
"(Longsor) dari tahun kemarin. Jadi kita coba ajukan, baru di-acc di BTT. Karena itu dikerjakan tahun ini. Ternyata tanahnyalabil. Jadi masih bergerak tanahnya," ucapnya.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto juga meminta agar permukiman di sekitar area longsor untuk dikosongkan. Serta dibatasi secara ketat agar warga tidak lalu lalang di sekitarnya.
"Semua siaga di sini, BPBD, wilayah, untuk ada posko di sini. Memonitor beberapa hari ke depan. Karena melihat dari konstruksi lahansangat mungkin ada kemungkinan longsor susulan, pergerakan tanah," kata Bima Arya
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban Berbobot 1 Ton untuk Masyarakat Simeulue Aceh
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
-
KLH dan Buruh Tanam 12.000 Pohon di Kabupaten Bandung
-
Pembalap Sleman Menggila di Prancis: Kiandra Ramadhipa Jaga Takhta 3 Besar Dunia
-
Pemerintah Guyurkan Rp4 Triliun untuk Memperkuat Keselamatan Perkeretaapian
-
ASEAN Bahas Modernisasi Prosedur Perdagangan Lintas Perbatasan
-
Pemkot Bogor Berkomitmen Akhiri Era Buang Sampah di Lahan Terbuka Tanpa Diolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.