Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ciptakan Astemic, Astra Agro Terus Menggali Potensi Pupuk Non Kimia

📅 Minggu, 18 Feb 2024, 18:21 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ciptakan Astemic, Astra Agro Terus Menggali Potensi Pupuk Non Kimia Doc: Istimewa.
Ket. Chief Executive Officer Astra Agro, Santosa, di acara Talk to the CEO 2024 yang diadakan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/2) malam.

BANDUNG - PT Astra Agro Lestari Tbk terus mendorong penggunaan pupuk dari bahan organik. Langkah yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap penerapan prinsip sustainability (keberlanjutan) itu memiliki banyak keunggulan.

"Penggunaan Astemic sekaligus menjadi wujud komitmen Astra Agro terhadap penerapan prinsip-prinsip sustainability," ujar Chief Executive Officer Astra Agro, Santosa, di acara Talk to the CEO 2024 yang diadakan di Bandung, Jawa Barat, Jumat, (17/2) malam.

Sejak 2023, Astra Agro memang telah meluncurkan penggunaan pupuk Astemic. Pupuk temuan tim Research and Development (R&D) Astra Agro ini 100% berasal dari bahan organik yang ketersediaannya melimpah di Indonesia. Di samping bahan organik, Astemic juga berasal dari konsorsium agen hayati mikroba yang diperoleh dari lahan-lahan perkebunan Astra Agro serta endofit yang berasal dari dalam tanaman kelapa sawit.

Selain menjawab kelangkaan pupuk NPK, Astemic juga membantu menghambat pertumbuhan penyakit Ganoderma yang menjadi momok di perkebunan sawit.

Astemic lahir dari ide bahwa perbaikan hara tanah sangat dipengaruhi aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Dengan peningkatan aktivitas mikroba tanah, akan membantu tanaman optimal dalam menyerap hara tanah.

Pupuk hayati umumnya digunakan pada komoditas hortikultura. Kemudian diadaptasi untuk tanaman tahunan seperti kelapa sawit. Proses diawali dengan eksplorasi mikroba di lahan perkebunan Astra Agro, selanjutnya dilakukan seleksi mikroba untuk mendapatkan mikroba potensial dan mudah dikembangkan.

Formulasi dilakukan hingga terbentuk konsorsium mikroba Astemic. Uji kualitas dan performa pupuk Astemic dilakukan baik pada tahap bibitan, TBM (tanaman belum menghasilkan), TM (tanaman menghasilkan) hingga tanaman tua (>20 thn). Hasilnya diperoleh formula dan prosedur aplikasi Astemic yang mudah dan tepat guna untuk aplikasi di lapangan.

Setelah dilakukan uji produksi, Astemic memperoleh hak atas kekayaan intelektual (HAKI) merek dagang yang kemudian didaftarkan ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan izin edar.

Yang sangat menarik, menurut Santosa, pupuk Astemic dapat mereduksi 25% NPK dengan efisiensi penyerapan pupuk yang ada. Sebanyak 25% dosis pupuk ditetapkan setelah melewati pengujian, analisis data yang kompleks pada tanaman menghasilkan selama lebih dari 7 tahun aplikasi pada tanaman sawit remaja. Dengan sejumlah keunggulan ini, Santosa yakin Astemic siap diaplikasikan secara menyeluruh.

"Astemic siap diaplikasikan di 50 ribu hektar lahan mineral Astra Agro di tahun 2024 untuk mereduksi 25% pupuk kimia," ujarnya. Kendati demikian, menurutnya, pupuk ini disiapkan hanya untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan dan kebun petani mitra Astra Agro.

Hingga saat ini tim riset mikrobiologi Astra Agro masih melakukan improvement untuk pupuk Astemic. Harapannya, pupuk ramah lingkungan ini mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia lebih banyak lagi tanpa mengurangi produksi tanaman sawit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.