Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Harus Ikut Awasi Hasil Pemilu dari Praktik Kecurangan

📅 Rabu, 14 Feb 2024, 00:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Masyarakat Harus Ikut Awasi Hasil Pemilu dari Praktik Kecurangan Doc: ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN
Ket. TEMPUH MEDAN BERLUMPUR DEMI DISTRIBUSIKAN LOGISTIK PEMILU I Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) didampingi anggota kepolisian mengangkut kotak suara berisi logistik Pemilu 2024 untuk TPS desa terisolir di permukiman masyarakat adat Suku Talang Mamak, kawasan restorasi Alam Bukit Tigapuluh, Semerantihan, Tebo, Jambi, Selasa (13/2). Distribusi logistik untuk TPS ke permukiman masyarakat adat Suku Talang Mamak yang merupakan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh itu harus dilakukan dengan berjalan kaki selama 3,5 jam lebih dengan medan lumpur dan berbukit.

JAKARTA - Partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam pemilihan umum belum tentu hal yang baik. Bisa jadi tingkat partisipasi publik yang tinggi tersebut hasil dari penggelembungan demi memenangkan salah satu pasangan calon.

Seperti dikhawatirkan beberapa pihak, ada paslon yang memaksakan agar pemilihan presiden berlangsung satu putaran dengan modus menambah tingkat partisipasi masyarakat.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat terutama yang memiliki hak pilih, diimbau untuk turut menjaga jalannya pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) dan mengawal hasilnya agar tidak terjadi kecurangan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Aktivis Pro Demokrasi Kulon Progo, DIY, Imam Syafii, mengatakan selain memaksimalkan partisipasi pemilih sebagai upaya mengikis potensi kecurangan dari penggunaan surat suara tak terpakai, semua pihak, termasuk masyarakat luas, harus sungguh-sungguh mengawasi perhitungan suara di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna mencegah oknum-oknum tertentu melakukan kecurangan.

Gotong royong demi demokrasi di proses pencoblosan dan perhitungan suara akan memastikan seluruh proses berlangsung cermat dan adil, tanpa adanya intervensi politik atau kepentingan pribadi yang dapat merugikan integritas pemilu.

Imam mencontohkan di DIY terdapat Gerakan Penguatan Saksi (GPS) berupa pengiriman paket hospitality berupa makanan dan minuman kepada para saksi yang ada di daerah pinggiran atau pesisir Gunungkidul. Daerah pesisir dinilai rawan kecurangan karena pemukiman yang tidak begitu padat.

Sebab itu, peran para saksi menjadi sangat krusial sehingga dibutuhkan dukungan moril dan dukungan nyata, seperti paket hospitality berupa snack, minuman berenergi, madu, dan asupan energi lainnya.

"Digagas oleh sejumlah relawan, Gerakan Penguatan Saksi di DIY ini contoh nyata bagaimana mendorong gotong royong penguatan saksi di bawah," kata Imam.

Berdasarkan hasil assessment jumlah para saksi wilayah pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul, yang mendapatkan paket layanan hospitality ada 613 orang. Mereka akan bertugas di sejumlah Kapanewon (kecamatan), yakni Kapanewon Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang, dan Purwosari. Mulai dari Kalurahan Songbanyu, Balong, Jepitu, Sidoharjo, Purwodadi, Tepus, Kemadang, Banjarejo, Ngestirejo, Kanigoro, Krambilsawit, Girikarto, Girijati, dan Giripurwo.

Saksi, jelas Iman, adalah orang yang detik per detik menjadi saksi mata dalam proses pemungutan suara dan proses penghitungan suara berlangsung jujur dan adil. Kedua, dari tangan para saksi, perolehan data hasil pemungutan suara tiap-tiap TPS diperoleh secara akurat. Data mereka akan menjadi dasar jika terjadi sengketa pemilu, khususnya dalam rekapitulasi suara.

"Keberadaan saksi sekaligus juga untuk mendeteksi potensi kecurangan pemilu. Sedemikian penting keberadaan para saksi sehingga seyogianya kita memberikan perhatian serius atas kinerja saksi," kata Imam.

Partisipasi Aktif

Secara terpisah, pengamat Komunikasi Politik Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang, Frederik M. Gasa, meminta masyarakat agar tidak sekadar datang dan coblos di TPS, tetapi juga harus mengawal proses pemilu. "Kita harus selalu mengawal prosesnya hingga tuntas," tegas Frederik.

Hal itu karena dalam situasi seperti saat ini, ada saja oknum yang bisa melakukan berbagai macam tindakan yang bertujuan untuk mencapai tujuan kelompoknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.