Uni Eropa Perlu Capai Otonomi Pertahanan agar Tak Tergantung NATO

Selasa, 13 Feb 2024, 00:00 WIB

MOSKWA - Uni Eropa (UE) harus mencapai otonomi strategis dan berinvestasi dalam bidang pertahanan. UE perlu segera mengembangkan lebih lanjut otonomi strategis serta berinvestasi dalam bidang pertahanan guna menjaga agar aliansi tersebut tetap kuat.

"UE perlu segera mengembangkan lebih lanjut otonomi strategis serta berinvestasi dalam bidang pertahanan guna menjaga agar aliansi tersebut tetap kuat," kata Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, pada Minggu (11/2).

Ket. Foto: Charles Michel, Presiden Dewan Eropa — Sumber: JOHN THYS / AFP

Seperti dikutip dari Antara, Michel mengatakan hal tersebut menyusul pernyataan mantan Presiden AS, Donald Trump, tentang hubungan Washington dengan sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO).

"Pernyataan-pernyataan sembrono mengenai keamanan NATO dan solidaritas Pasal 5 hanya menguntungkan kepentingan Putin," kata Michel melalui platform X.

Sebelumnya pada Sabtu (10/2), dalam kampanye dengan para pendukung di Carolina Selatan, Trump mengatakan selama masa kepresidenannya, ada pemimpin anggota negara NATO yang tidak disebutkan namanya, yang telah bertanya kepadanya apakah Amerika Serikat akan mendukung aliansi itu jika ada kemungkinan terjadinya serangan dari Russia.

Trump menanggapi pertanyaan itu dengan jawaban negatif, dengan mengatakan negara-negara NATO tidak cukup berinvestasi di bidang pertahanan. Mantan Presiden AS itu juga berjanji untuk mendorong Russia agar dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Ia menambahkan pula bahwa negara-negara anggota NATO harus menanggung akibatnya.

Mengecam Keras

Sementara itu, Gedung Putih, pada Minggu, mengecam keras janji mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk tidak melindungi negara-negara sekutu NATO dari kemungkinan serangan secara cuma - cuma jika ia terpilih kembali menjadi presiden. Gedung Putih menyebut sikap Trump itu mengerikan dan tidak dapat diterima.

"Berkat kepemimpinan Presiden (Joe) Biden yang berpengalaman, NATO sekarang menjadi yang terbesar dan paling vital yang pernah ada. Mendorong invasi terhadap sekutu dekat kita oleh rezim pembunuh adalah hal yang mengerikan dan tidak dapat diterima," kata juru bicara Gedung Putih, Andrew Bates, seperti dikutip media The Hill.

Hal itu juga dinilai membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat, stabilitas global, dan perekonomian di dalam negeri AS, lanjutnya.

Pada Januari, Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Russia, Sergei Naryshkin, mengatakan laporan tentang dugaan rencana Russia untuk menyerang NATO adalah bagian dari perang informasi yang bertujuan untuk membenarkan agresi Barat terhadap Moskwa.

Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Lavrov, juga terus-menerus dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa Moskwa tidak memiliki keinginan atau keperluan untuk menyerang pihak mana pun, demikian dilansir Sputnik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.