Warga Jangan Khawatir, Pemkab Demak Pastikan Pemenuhan Kebutuhan Pengungsi Terdampak Banjir
Minggu, 11 Feb 2024, 02:00 WIBDemak - Bupati Demak Eisti'anah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terdampak banjir di berbagai daerah di Kabupaten Demak, Jawa Tengahterpenuhi, termasuk warga setempatyang mengungsi ke wilayah Kabupaten Kudus.
"Sejak awal terjadi banjir, kebutuhan kebutuhan logistik makanan untuk para pengungsi dipenuhi, termasuk yang mengungsi di Kabupaten Kudus juga dipenuhi. Kalaupun masih ada yang belum terpenuhi akan diupayakan," kata Bupati Demak Eisti'anahdi sela mendampingi Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana mengunjungi tempat pengungsian di Terminal Induk Jati Kudus setelah sebelumnya mengunjungi pengungsian di Jembatan Tanggulangindi Kudus, Sabtu.
Apalagi, Pemkab Demak baru saja menerima bantuan logistik dari Kementerian Sosial senilai Rp277,517 juta dan logistik dari Dinas Sosial Provinsi Jateng senilai Rp27,95 juta.
Pihaknya juga menerima bantuan berupa pangan dan obat-obatan dari gerakan BUMD Jateng peduli bencana banjir di Demak. Penyerahan oleh Pj Gubernur Jateng di Terminal Induk Jati Kudus.
Dengan bantuan yang ada, pihaknya akan berupaya memenuhi semua kebutuhan pengungsi, baik di Demak maupun Kudus.
Nana juga berdialog dengan sejumlah pengungsi sekaligus mendengarkan keluhan mereka soal surat-surat berharga milik warga yang hilang karena terbawa arus air.
"Sabar ya Bu, nanti dicatat semua apa saja yang hilang. Nantinya diurus dan sebutkan bahwa hilangnya karena bencana banjir," ujarnya.
Ia bersyukur karena para pengungsi dalam kondisi sehat, karena kesehatan hal utama harus diperhatikan.
"Permasalahan bantuan makanan, Pemprov Jateng, Kemensos, dan kabupaten bekerja sama menyiapkan dapur umum untuk membantu para pengungsi," ujarnya.
Meskipun banjir mulai surut dibandingkan dengan sebelumnya, seperti di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, dimungkinkan jumlah pengungsi bertambah karena masih ada evakuasi.
"Kami tentu ikut prihatin, tetapi mereka terhibur dengan adanya bantuan pemerintah dan masyarakat karena merasa diperhatikan," ujarnya.
Suci, seorang pengungsi asal Desa Karanganyar, Demak, mengaku dompet suaminya berisi KTP-elektronik, SIM, dan STNKhilang di genangan banjir sehingga diharapkan kemudahan mengurus gantinya.
Yuni, pengungsi lainnya, mengakui belum mengetahui ada tidaknya surat berharga miliknya yang hilang, seperti sertifikat tanah dan ijazah, karena sejak Kamis (8/2) malam belum kembali ke rumah.
"Bahkan, saya saja tidak membawa sandal maupun baju ganti, sehingga berharap mendapatkan bantuan dari Pemkab Demak," ujarnya.
Para pengungsi juga berharap, mendapatkan selimut untuk setiap orang karena yang diterima satu selimut untuk sekeluarga.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polisi Bongkar Sindikat Peredaran 575.200 Butir Obat Keras di Tanah Abang
-
PBB: Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas dalam Dua Kecelakaan Kapal di Lepas Pantai Myanmar
-
Dana Desa Papua Tengah Anjlok Jadi Rp535 Miliar pada 2026, Gubernur Ungkap Penyebabnya
-
Siap-Siap Delay, Kuala Lumpur Tutup Wilayah Udara Mulai 26 Agustus
-
Anggota DPR: Negara Tidak Boleh Biarkan Kekerasan Jadi Budaya
-
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan pada Jumat Ini
-
Target PAD Parkir DKI Anjlok, Ego Sektoral Jadi Biang Keroknya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.