Mengoptimalkan Pemeriksaan HIV dan IMS pada Warga Binaan Pemasyarakatan
Minggu, 25 Okt 2026, 23:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Ambon - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku mengoptimalkan skrining dan pemeriksaan HIV serta infeksi menular seksual (IMS) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) guna mendeteksi infeksi sejak dini dan mencegah penularan penyakit di lingkungan lapas.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku Ricky Dwi Biantoro di Ambon, Minggu, mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan untuk mendapatkan pelayanan medis yang layak selama menjalani masa pembinaan.
“Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat, termasuk puskesmas, untuk memperluas akses pemeriksaan, meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap kesehatan, serta memastikan mereka yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh tindak lanjut medis sesuai kebutuhan,” kata dia.
Salah satu pelaksanaan skrining di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon bekerja sama dengan Puskesmas Passo untuk memeriksa 85 warga binaan perempuan.
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada deteksi dini HIV dan IMS, sekaligus meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
Skrining kesehatan juga dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Ambon dengan melibatkan Tim Mobile HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) dari Puskesmas Passo.
Di Lapas Kelas IIB Tual pemeriksaan yang mencakup tes Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV, skrining tuberkulosis (TBC), serta pemeriksaan gejala IMS melalui kerja sama dengan tenaga medis setempat.
“Rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran pemasyarakatan di Maluku untuk memperkuat pemantauan kesehatan warga binaan secara berkelanjutan,” katanya.
Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan prosedur pelayanan kesehatan, termasuk menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan dan memastikan warga binaan yang memerlukan penanganan lanjutan mendapatkan layanan sesuai kondisi medis.
Tenaga kesehatan Lapas Perempuan Ambon drg Cindy Tania mengatakan pemeriksaan HIV dan IMS diperlukan untuk mendukung pemantauan kesehatan warga binaan sekaligus mendorong kesadaran melakukan deteksi dini secara berkala.
Ia menambahkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan di luar lapas penting untuk mendukung keberlanjutan pelayanan, terutama bagi warga binaan yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Melalui penguatan skrining dan kerja sama dengan fasilitas kesehatan, Kanwil Ditjenpas Maluku berupaya memastikan layanan kesehatan bagi warga binaan berjalan secara optimal, dengan mengedepankan pencegahan penyakit, kerahasiaan informasi medis, dan pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!