Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Sedang Matangkan Rencana Pemindahan ASN ke IKN

📅 Rabu, 31 Jan 2024, 01:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Sedang Matangkan Rencana Pemindahan ASN ke IKN Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas dalam "doorstop" pasca-Rapat Komite Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (30/01/2024).

Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas menyatakan bahwa Pemerintah sedang mematangkan rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) secara menyeluruh ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

"Presiden 'kan memerintahkan membuat skenario komprehensif terkait dengan rencana pemindahan ASN menyeluruh," kata MenpanRB Abdullah Azwar Anas dalamdoorstoppasca-Rapat Komite Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.

Azwar Anasmengatakan bahwa pihaknya sedang matangkan skenario tersebut, termasuk akan ada formasi untuk pemerintah pusat sekitar 250.000 formasifreshgraduateuntuk IKN, salah satunya adalah akan memilih talenta-talenta digital yang rencananya pada bulan Maret akan mengambil tes untuk mereka.

Kedua, pihaknya sedang menyempurnakan sistemsmartASN yang akan mengintegrasikan seluruh layanan ASN ke dalam satusmartASN.

Untuk sementara, kata dia,usersingle sign on (SSO) yang digunakan ASN memakai identitas kependudukan digital (IKD)sehingga ASN segera membuat IKD agar memperoleh layanan e-kinerja, termasuk pembelajaran dan diklat.

Selain itu, Pemerintah juga mendorong proses integrasi layanan berbagai aplikasi yang ada di kementerian.

"Jadi, ini sedang 'dipaksa', targetnya nanti pada bulan Juli seluruh kementerian sudah punya satu portal layanan, terutama pemerintah kabupaten dan kota. Apakah bisa semua? Kami sedang membuatpilotproject. Nah, manajemen risiko pembangunan nasional ini menjadi sangat penting dan ini terintegrasi nanti dengangranddesignreformasi birokrasi sampai 2025 dan 2045," ucap Azwar Anas.

Dalam kesempatan tersebut, MenpanRB mengatakan bahwa pihaknya sedang mendiskusikan bersama Presiden RI Joko Widodo terkait dengan persentase warga lokal di IKN yang menjadi ASN.

"Kamisedang mempertimbangkan atas arahan Bapak Presiden untuk ada persentase masyarakat lokal diberikan ruang khusus untuk menjadi ASN di IKN," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.