Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hoaks Pemilu Berisiko Ganggu Pertumbuhan

📅 Selasa, 30 Jan 2024, 08:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hoaks Pemilu Berisiko Ganggu Pertumbuhan Doc: istimewa

JAKARTA - Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi hoaks selama gelaran Pemilihan Umun (Pemilu) 2024, terutama melalui media sosial (medsos). Sebaran hoaks yang masif bisa memicu chaos (kericuhan) dan bisa mengancam stabilitas ekonomi dan politik nasional sehingga mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Demikian ditegaskan oleh Wakil Menteri Komunikasi & Informatika RI Nezar Patria dalam diskusi virtual bertajuk Dewasa Berdemokrasi pada Pemilu 2024 yang digelar Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Senin (29/1). "Kita harus belajar dari situasi tahun 1998 yang mana terjadi gangguan stabilitas ekonomi dan politik yang besar akibat kerusuhan," ungkapnya.

Atas dasar itu, Nezar mengimbau masyarakat menjadikan media mainstream sebagai rujukan informasi sehingga tidak menelan mentah mentah informasi yang berseliweran di platform medsos. Adapun Kominfo, terangnya, tetap mengawasi secara ketat informasi informasi hoaks yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa lalu men-take down-nya.

Pada kesempatan sama, Arya Fernandes, Kepala Departemen Politik & Perubahan Sosial CSIS mengatakan pada Pemilu kali ini sekitar 70 persen pemilih sudah memiliki akses terhadap internet, itu berbeda dengan Pemilu 2019 yang masih di kisaran 50 persen pemilih.

Kondisi ini di satu sisi positif tetapi di sisi lain juga bisa mengancam keharmonisan bangsa karena banyaknya informasi yang terverifikasi di medsos. "Tetapi bagusnya tren beberapa waktu terakhir, orang itu makin percaya media mainstream ketimbang informasi di medsos. Sebab berita dari media lebih verifikatif. Itu yang kita harapkan dari pemilih," pungkas Arya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.