• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • “Secessio Plebis', Menci...

“Secessio Plebis', Menciptakan Roma yang Demokratis

Jumat, 26 Jan 2024, 06:25 WIB

Bangsawan menjadi kelas menengah yang berkuasa di Roma pada abad 5 SM. Mereka mereka penguasa tanah yang mendapatkan kekayaan dari menyewakan lahannya kepada rakyat jelata yang disebut plebeian atau pleb.

Pada suatu saat, bangsawan memperluas penggunaan tanah publik (ager publicus) dalam rangka memperluas perkebunan. Hal ini membatasi jumlah lahan yang tersedia bagi petani kecil. Dampaknya berupa meningkatnya masalah utang karena para debitur yang tidak mampu membayar sewa.

Ket. Foto: — Sumber: Wikimedia

Karena tidak adanya undang-undang serta prosedur yudisial yang jelas, para kreditur memenjarakan dan menyiksa para debitur, terkadang pula, menjualnya sebagai budak. Hal ini menyebabkan terjadinya peristiwaSecessio Plebispertama (494 SM), yang merupakan awal mula konflik pemerintahan.

Kaum plebeian menuntut supaya negara melindungi petani kecil dari penyalahgunaan debitur yang gagal bayar oleh kreditur. Bila hal ini tidak diumumkan, mereka terpaksa memboikot retribusi tersebut. Namun ini membuat suasana kota Roma membara. Senat mengerahkan tentara sebagai tanggapannya. Akibat boikot, semua aktivitas ekonomi terhenti. Tindakan ini kemudian dikenal sebagaisecessio plebisatau pemisahan diri dari kaum pleb.

Senat, karena takut akan konsekuensi dari pemogokan yang berkepanjangan, memutuskan untuk memulai negosiasi. Mereka mengirim mantan konsul yang dihormati, Agrippa Menenius, untuk berbicara dengan para pemimpin pleb. Negoisasi ini berhasil memberi kesan kepada para pemimpin pleb tentang perlunya rekonsiliasi.

Utusan dari kedua kubu bertemu untuk membahas persyaratan perjanjian yang akan membatalkan pemogokan. Konsesi besar yang dimenangkan oleh pleb adalah pembentukan kantor baru Tribuni Plebis. Mereka ini memimpin konsilium plebis dewan para plebis.

Tribuni memiliki kekuatan untuk melakukan intervensi demi kepentingan terbaik kaum pleb. Tribuni memberi suara politik kepada Pleb dalam struktur kekuasaan pemerintahan Romawi. Tribuni mampu memblokir tindakan bangsawan yang mungkin merugikan kelas kampungan secara keseluruhan atau mengintervensi individu tertentu.

Tribuni dapat mengadakan rapat umum pleb di mana mereka mempunyai kekuasaan untuk memilih dan meloloskanplebiscitaatau plebisit artinya pemungutan suara. Pemungutan suara mengikat para pleb, tetapi para bangsawan melihatnya sebagai tindakan di luar hukum dan merasa terpaksa untuk mengabaikannya.

Undang-undang ini menjadikan pemungutan suara mengikat semua warga negara Romawi, termasuk bangsawan. Undang-undang tersebut mengakhiri perjuangan sosial selama dua ratus tahun yang dikenal sebagai konflik tatanan.

Kesenjangan politik antara kaum bangsawan dan kaum pleb menyempit, dan kaum ini memenangkan posisi kekuasaan yang signifikan di dalam Republik. Hal ini memunculkan tipe bangsawan baru yang tidak terikat pada kelas atau keturunan dan membawa Republik Roma lebih dekat ke bentuk yang lebih demokratis. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.